Daftar Pasang Baru Indihome

Lima Komisi Minus Anggota DPR RI Dapil Bali



REDAKSIBALI.COM - Sembilan anggota DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Bali  telah ditetapkan tugasnya masing-masing. Seperti pada periode-periode sebelumnya beberapa komisi tidak ada anggotanya dari DPR RI Dapil Bali. Dari sebelas komisi yang dibentuk, ada lima komisi yang minus DPR RI asal Bali, yakni komisi satu, komisi dua, komisi lima, komisi tujuh dan komisi sepuluh.

Informasi yang diperoleh redaksibali.com, Anggota DPR RI Wayan Sudirta bertugas di Komisi III. Dua orang anggota DPR RI asal Bali duduk di Komsi IV yakni I Made Urip dan A. A. Bagus Adhi Mahendra Putra. 
Tiga orang duduk di komisi VI yakni I Nyoman Parta, Gde Sumarjaya Linggih dan Putu Supadma Rudana. 


Anggota DPR RI, IGN Kesuma Kelakan selain bertugas di Komisi VIII juga menjadi Anggota Badan Anggaran. Demikian pula Ketut Kariyasa Adnyana selain bertugas di Komisi IX juga merangkap sebagai Anggota Badan Legislasi. Agung Rai Wirajaya betugas di Komisi XI juga merangkap sebagai Anggota Badan Anggaran.
Anggota VIII DPR RI, IGN Kesuma Kelakan
IGN Kesuma Kelakan atau yang lebih dikenal Alit Kelakan mengaku mendapat tugas khusus di luar DPR, yaitu sebagai anggota di Badan Pengkajian MPR. Sebagai DPR,  IGN Kesuma Kelakan duduk di Komisi VIII yang ruang lingkupnya mengenai agama, sosial, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak, serta bencana alam. 

IGN Kesuma Kelakan yang pernah menjabat Wagub Bali menyatakan salah satu tugasnya di Badan Pengkajian MPR adalah mengkaji amandemen terbatas UUD 1945. 

“Ya saya dari ratusan anggota Fraksi PDIP, saya dipilih untuk ditugaskan di Badan Kajian MPR yang terdiri dari 8 orang. Di sana diantaranya ada Djarot, dan Rieke,” ucapnya.

Alit Kelakan menyatakan bahwa di Badan Pengkajian MPR dirinya bersama Djarot Saiful Hidayat (ketua), dan anggota Mindo Sianipar, Rieke Diah Pitaloka, Hendrawan Supratikno, My Esti Wijayati, Andreas Hugo Pareira, dan Darmadi Durianto. Dijelaskannya pula bahwa di MPR ada empat badan, yakni Badan Kelengkapan MPR, Badan Kajian, Badan Sosialisasi, dan Badan Anggaran, Komisi Pengkajian Ketatanegaraan.
Anggota Komisi IX DPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana
Dihubungi secara terpisah Anggota DPR RI dari Bali, Ketut Kariyasa Adnyana yang bertugas di Komisi IX menyatakan komisinya membidangi kesehatan, ketenagakerjaan, dan kependudukan. Pria asal Desa Busungbiu, Buleleng ini juga mendapat tugas sebagai anggota Badan Legilasi yang bertugas merancang undang-undang yang masuk dalam prolegnas. 

“Nanti menyeleksi, baik undang-undang inisiatif Dewan atau yang diajukan pemerintah,” ucap Kariyasa.

Bertugas di Komisi IX, Kariyasa berencana untuk mendorong perbaikan di bidang kesehatan terutama infrastruktur, seperti rumah sakit di daerah-daerah, juga Puskesmas di Bali. Dan juga memperkuat RS Bali Mandara yang menjadi rujukan internasional Bali-Nusra.

Untuk bidang ketenagakerjaan Kariyasa menyatakan masih perlu perhatian khusus. Menurutnya banyak, tenaga kerja yang bekerja ke luar negeri, namun masih banyak kendala biaya. Itu juga, menurutnya perlu dicarikan jalan keluar. Seperti mendorong pemerintah pusat memberikan anggunan, bantuan atau semacam pinjaman tanpa bunga. 

“Jadi kan bisa dicicil sama mereka setelah bekerja di sana. Banyak dari Bali yang kerja ke luar negeri, baik di darat atau di kapal. Selain itu, di Komisi IX permasalahn yang menonjol di kesehatan seperti permasalahan BPJS, rumah sakit yang infrastruktur masih lemah. Untuk itu dari pusat  perlu membantu,” ucapnya. (GR)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya