Daftar Pasang Baru Indihome

Tim Kedutaan Kanada Dalami Kesiapsiagaan BPBD Bali Menghadapi Bencana


REDAKSIBALI.COM -Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Bali didampingi Kepala UPTD. Pengendalian Bencana Daerah, Kasi Pengendalian Operasi dan Kepala Sub Bagian Tata Usaha menerima kunjungan dari Keduataan Besar Kanada hari Rabu (2/10) di Ruang Rapat UPTD Pengendalian Bencana Daerah 

Kunjungan yang di pimpin oleh Konsul Ms. Annamaria Scotti  serta 
Manager Program Cepat Tanggap Mr. Mark-Andrew De Sanctis, Petugas Program Keamanan Mr. Achmad Musanif  dan Asisten Konsuler Ms. Erika Tini  bertujuan untuk mengetahui bagaimana peran dari BPBD pada saat terjadi suatu bencana, khususnya di Pulau Bali.

Kalaksa BPBD Provinsi Bali, Made Rentin secara umum menjelaksan fungsi dari BPBD serta UPTD PBD.  Rentin  juga menjelaskan Standar Operasional Prosedur (SOP) pada saat terjadi suatu bencana. 


"BPBD selalu berkordinasi dengan Instansi dan  stakeholder yang merupakan salah satu fungsi kami sebagai Fungsi Komando" jelas Rentin

Kepada tamnunya, Rentin memberi contoh pada saat terjadi gempa bumi di Nusa Tenggara Barat (Lombok) banyak pihak (salah satunya pihak Konsulat) menghubungi BPBD Provinsi Bali untuk mengetahui perkembangan situasi gempa bumi serta kondisi warganegara mereka yang berada di lokasi tersebut. 

"Kami juga telah bekerja sama dengan Dunia Usaha khususnya Perhotelan, untuk dilakukan Sertifikasi Kesiapsiagaan Bencana yang bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kesiapsiagaan pihak hotel dalam hal evakuasi dan menanggulangi suatu bencana. Proses sertifikasi diberikan kepada pihak hotel dan akan dilakukan evaluasi tiap 3 (tiga) Tahun,"terang Rentin.

Rentin juga menjelaskan BPBD Provinsi Bali telah melaksanakan beberapa inovasi pencegahan.  Dia memberi contoh dengan menetapkan tanggal 26 tiap bulannya untuk melaksanakan Simulasi Bencana di masing-masing Instansi dan Hotel sesuai arahan Gubernur Bali. 

Lebih lanjut Rentin menyampaikan dalam waktu dekat ini akan dilaksanakan Gladi Lapang Bencana Gempabumi Tsunami pada tanggal 26 Oktober 2019 yang bertempat di Kabupaten Jembrana, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas BPBD dalam menghadapi bencana tersebut. 

Rentin berharap gladi lapang ini tidak hanya diikuti oleh masyarakat lokal saja namun juga bisa diikuti oleh Kedutaan dan Konsulat asing yang ada di provinsi Bali.

Rombongan Kedutaan Kanada sangat antusias dan terkesan terhadap keberadaan BPBD dalam melakukan penanganan kebencanaan baik itu pra-bencana, saat-bencana maupun pasca-bencana. 

Dalam Pertemuan Mr. Mark Andrew De Sanctis menanyakan kepada BPBD mengenai tantangan terbesar apa yang dihadapi dalam hal penanggulangan bencana, serta bagaimana komunikasi dan akses yang digunakan pada saat terjadi suatu bencana di sisi Bali Utara. 

"Tantangan terbesar saat ini adalah kurangnya jumlah peralatan serta jumlah personil yang sangat terbatas, sehingga kami mengupayakan untuk meningkatkan jumlah kekurangan tersebut. Sedangkan untuk akses yang dapat kami gunakan menuju Bali Utara selain jalur darat dan berkordinasi dengan BPBD setempat, kami menggunakan akses jalur udara dengan Helikopter yang bekerja sama dengan pihak BASARNAS" jelas Rentin menjawab pertanyaan tamunya.

Mendapat penjelasan dari Rentin, pihak Keduataan Kanada sangat senang dan 
akan membantu Bali dalam meneruskan informasi kesiapsiagaan ini, karena tiap tahun lebih dari 50 ribu warga negara Kanada datang ke Bali.

Dalam pertemuan juga terungkap pihak Kanada ingin berperan dalam upaya pembangunan beberapa kebutuhan logistik dan peralatan serta dijanjikan jika ada kesempatan pelatihan bagi tenaga (SDM) BPBD akan diprioritas untuk Bali. 

Rombongan Kedutaan Kanada juga sangat senang jika diundang pada acara gladi lapang yang akan digelar 26 oktober 2019 mendatang di Kabupaten Jembrana.

Menurut penjelasan Rentin, gladi lapang nanti diskenario menghadapi bencana (disetting seperti kejadian sesungguhnya) dengan melibatkan personil dalam jumlah yang banyak dan semua stakeholders berperan sesuai tugas dan fungsi masing-masing. Sejauh ini sudah ada 5 Konsulat Jenderal yang bersedia hadir dan menyaksikan Gladi Lapang tersebut diantaranya Australia, Amerika Serika, Tiongkok, Inggris dan terakhir Kanada.

Diakhir kegiatan rombongan berkesempatan melihat ruangan crisis center UPTD PBD serta melihat sarana prasarana yang dimiliki BPBD Provinsi Bali seperti Mobil Komunikasi, Ambulan, Ruang Radio Komunikasi serta Komputer Aktivasi Sirine Tsunami, dan diakhiri dengan sesi foto bersama.(rtn, GR)





Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya