Daftar Pasang Baru Indihome

Kuatkan Mainstream Wacana Kebangsaan, Kesuma Kelakan Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan

I G.N. Kesuma Kelakan (pegang mikropon) saat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan di Banjar Alas Ngandang, Desa Adat Ngandang, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, hari Jumat (29/11)

REDAKSIBALI.COM -Penguatan mainstream wacana kebangsaan dalam merekatkan persatuan dan kesatuan bangsa, menyatu dalam tujuan formal Sosialisasi Empat Pilar yaitu meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatua Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika, dan Ketetapan MPR.

Hal itu dsampaikan, I
 G.N. Kesuma Kelakan anggota DPR/ MPR RI saat menjadi narasumber pada kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan yang dilaksanakan di Banjar Alas Ngandang, Desa Adat Ngandang, Desa Pempatan, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, hari Jumat (2/11)

I G.N. Kesuma Kelakan  juga memaparkan sosialisasi ini untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan masyarakat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Sosialisasi Empat Pilar ini mendapatkan perhatian dan sambutan dari banyak kalangan masyarakat desa Pempatan. 


Desa Pempatan merupakan sebuah perkampungan desa adat dengan komunitas budaya yang sangat kental dengan adat istiadat dan Gotong-Royong. Berada di atas slove atau kaki pegunungan Gunung Agung yang subur dan sejuk sepanjang hari. Nuansa magis Besakih menyatu dengan atmosfir kampung pegunungan yang damai, rukun, dan semangat bhakti membangun desa.


Kesuma Kelakan mengharapkan Empat Pilar Kebangsaan menjadi bagian tindak tutur wacana sehari-hari insan masyarakat, menyangkut Pilar pertama yaitu Pancasila sebagai penegasan posisi dan falsafah Pancasila sebagai Dasar Negara dan Sumber segala Sumber Hukum di Negara kita.

Dalam pemaparannya Kesuma Kelakan menyampaikan Pilar kedua UUD 1945 yang merupakan Konstitusi Negara, Pilar keempat NKRI yang merupakan penegasan bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia secara historis dan konstitusional. Pilar keempat, Bhinneka Tunggal Ika sebagai Semboyan persatuan bangsa yang artinya: Berbeda-beda tetapi Tetap Satu Jua, yang tentunya sarat akan falsafah kultural, historis, dan karakter Bangsa Indonesia sejak zaman Kerajaan Majapahit (Empu Tantular, 1350 – 1389M, Kitab Sutasoma)

Sosialisasi Empat Pilar merupakan program MPR RI dimana dasar hukum pelaksanaannya yakni, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945., Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 tentang MPR, DPR, DPD, DPRD serta Peraturan MPR Nomor 1/MPR/2014 tentang Peraturan Tata Tertib Majelis Permusyawaratan Rakyat Indonesia.(GR)


Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya