Daftar Pasang Baru Indihome

Luh Putu Sridanti : Atasi Tantangan Perempuan Melalui Peningkatan Kapasitas dan Networking

Luh Putu Sridanti, SH, MH

REDAKSIBALI.COM - Ada tiga faktor eksternal yang mempengaruhi peran perempuan di Bali yakni sistem budaya,p dari tokoh masyarakat dan penerimaan kultural. 

Sedangkan faktor internal yang menghabat peran perempuan yakni kapasitas SDM perempuan masih rendah, kurangnya pengalaman dan partisipasi perempuan dalam berorganisasi. Dan pada umumnya perempuan kurang percaya diri dan kurang berani mengambil keputusan apalagi terkait kebijakan publik.

Hal itu disampaikan Luh Putu Sridanti, SH, MH saat menjadi narasumber dengan topik Pengantar Sarinah pada acara Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) GMNI Komisariat Fakultas Hukum Unud hari Sabtu (2/11) di THB Aura Shanti Retret, Baturiti, Tabanan.

Luh Putu Sridanti yang juga ASN di Pemkab Badung dalam paparannya dihadapan puluhan mahasiswa juga menjelaskan untuk mengatasi hambatan maka yang harus dilakukan perempuan adalah pembenahan diri. Agar terbentuk perempuan yang bisa diandalkan, perempuan harus mampu mengatasi tantangan melalui peningkatan kapasitas diri, membangun networking, menumbuhkan inner Perempuan dan membentuk kecerdasan kolektif.


Narasumber pada Pekan Penerimaan Anggota Baru (PPAB) GMNI Komisariat Fakultas Hukum Unud hari Sabtu - Minggu (2-3/11) di THB Aura Shanti Retret, Baturiti, Tabanan

Selain Luh Putu Sridanti, PPAB GMNI yang berlangsung selama dua hari itu juga menghadirkan Alumni GMNI lainya seperti Dewa Kade Wiarsa Raka Sandi dan Eka Darmadi  sebagai narasumber.

Pengurus GMNI Komisariat Hukum Unud diantara Javen Lumbantobing, Gede Rahma Sukmayoga Wiweka, Putu Ayu Wahyu Wijayanti, Made Agni Prabawa Suryadi, dan Putu Candra Riantama juga menjadi narasumber dalam acara PPAB ini dengan topik yang relevan dengan keGMNIan
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya