Denpasar Raih Peringkat Kedua Nasional Indeks Desa Membangun

Ketua TIK Denpasar sekaligus Kadis DPMD Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, S.Sos , MSi (kiri) dan Kabid Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat PMD Provinsi Bali Ir. I Nengah Suta Maryana, M.MA (kanana) pada acara Rakor TIK Denpasar Tahap kedua di Warung Bendega Denpasar, hari Kamis (19/12)

REDAKSIBALI.COM - Dari 434 Kabupaten kota yang ada di Indonesia, Kota Denpasar meraih peringkat kedua nasional Indeks Desa Membangun (IDM) 2019 yang dikeluarkan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT). Peringkat IDM kabupaten kota se-Indonesia ini tertuang dalam Surat Keputusan Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dirjen PPMD) nomor 201 tahun 2019 tertanggal 31 Juli 2019.

Hal itu diungkapkan Adi Permadi Tenaga Ahli Program Inovasi Desa (TA PID) Provinsi Bali dalam paparannya saat Rapat Koordinasi Tim Inovasi Kota Denpasar Tahap kedua yang berlangsung dari tanggal 19-20 Desember di Warung Bendega Denpasar.

"Kota Denpasar meraih nilai IDM 0,8408 sedikit dibawah IDM Kabupaten Badung yang tahun 2019 ini menduduki peringkat pertama nasional dengan skor 0,8553. Ada tiga kriteria yang dinilai dalam IDM ini yakni Indeks Kesehatan Lingkungan (IKL), Indeks Kesehatan Sosial (IKS) dan Indeks Kesehatan Ekonomi" kata Adi Permadi


Adi Permadi menambahkan dari 5457 Kecamatan di Indonesia, IDM Kecamaatan Denpasar Selatan berada di peringkat 5 nasional dengan skor 0,9260, IDM Kecamatan Denpasar Barat berada pada peringkat ke-12 dengan skor 0,8577, IDM Kecamatan Denpasar Timur nomor urut 19 dengan skor 0,8324 dan Kecamatan Denpasar Utara nomor urut 68 dengan skor 0,7967. Skor IDM tertinggi 0,9411 diraih Kecamatan Sungai Penuh di Jambi. 

Untuk Provinsi, Bali menduduki peringkat pertama nasional IDM dengan skor 0,76406, disusul Jogjakarta diperingkat kedua.

Ketua Tim Inovasi Kota Denpasar sekaligus Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarkat Desa (DPMD) Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Wiradana, S.Sos , MSi memaparan pelaksanaan BID di kota Denpasar sudah terlaksana 100% di empat kecamatan di Denpasar. BID di Denpasar menghasilkan 103 komitmen bidang infratsruktur, 16 komitmen bidang SDM dan 27 komitmen kewirausahaan. Sedangkan inovasi desaku tercatat ada 26 Ide.

Alit Wiradana menjelaskan dari 27 desa yang ada di Denpasar, 19 desa telah menyandang predikat desa Mandiri dan 8 predikat desa maju.  Seluruh desa di Kecamatan Denpasar Selatan telah menjadi desa Mandiri. Status Desa maju terdapat di Denpasar Timur sebanyak 3 desa, Denpasar Barat 1 desa dan di Denpasar Utara terdapat 4 Desa.

Kedepan Status desa maju ini akan ditingkatkan menjadi desa mandiri dengan menyusun perencanaan desa berbasis IDM melalui kerjasama kolaboratif pemerintah Desa, Kota, Provinsi dan Pusat.

Kepala Dinas PMD Provinsi Bali yang diwakili Kepala Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Ir. I Nengah Suta Maryana, M.MA dalam Rakor TIK Denpasar memaparkan progres pelaksanaan program inovasi desa di provinsi Bali tahun 2019.

Menurut Suta Maryana, jumlah DOK TPID dan PSDM yang sudah dicairkan sebesar Rp. 2.357.263.200 ( 83% ) dari dari total pagu Rp. 2.823.086.000. Sedangkan jumlah DOK TIK yang dah cair sebesar Rp. 1.399.890.000 ( 80%) dari Pagu DOK TIK besarnya Rp. 1.739.000.000.



Suta Maryana juga memaparkan dari 56 kecamatan yang ada di Bali 55 kecamatan telah melaksanakan Bursa Inovasi Desa (BID) dengan tingkat kehadiran desa dalam BID mencapai 92 persen (588 desa). BID yang dilaksanakan di kecamatan ini menghasilkan 1137 komitmen reflikasi program dan 531 inovasi desaku. (GR)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya