Daftar Pasang Baru Indihome

Serial Pulau Plastik, Edukasi di Pulau dalam Himpitan Plastik



REDAKSIBALI.COM - Serial Pulau Plastik akan diluncurkan secara resmi pada 6 Desember mendatang di Pasar Badung, Serial ini diluncurkan sebagai wujud dukungan untuk menangani isu plastik sekali pakal di Bali.

Pulau Plastik memproduksi 4 episode untuk meningkatkan wawasan serta pengetahuan
masyarakat Bali terhadap dampak buruk plastik sekali pakai. Tiap episodenya berdurasi 20 menit, mencakup isu seputar plastik sekali pakal serta membahas hubungan filosofi dan kepercayaan masyarakat Bali dalam kaitannya dengan plastik sekai pakai, seperti dapat dilihat dari pemilihan judul untuk tiap episodenya: Segara Kertih, Karmaphala, Bedawang Nala, dan Tri Hita Karana. Tiap episode tersebut menampilkan figur lokal seperti I Wayan Koster selaku Gubernur Bali, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra selaku Wali kota Denpasar, Sury Hutomo dari The Body Shop Indonesia, dan Ida Mas Dalem Segara sebagai pemuka agama atau sulinggih.

Gede Robi, pembawa acara Serial Pulau Plastik, vokalis band Navicula

“Sebenarnya ada berbagai solusi alternatif yang lebih ekonomis sekaligus selaras dengan nilai-nilai budaya di Bali. Nilai-nilai ini kini justru banyak ditinggalkan. Saatnya kita mengenalkannya kembali  seperti penggunaan daun pisang untuk pembungkus canang atau menggunakan wadah yang bisa dipakai berulang kali saat membawa perangkat upacara ke pura. Ide-ide sederhana berbasis kebijakan lokal seperti ini yang kami coba bagikan melalui 4 episode baru ini," kata pembawa acara Serial Pulau Plastik, Gede Robi yang juga aktivis lingkungan hidup dan vokalis band Navicula hari Selasa (3/12) di Kubu Kopi

Meskipn baru akan diluncurkan secara resmi pada 6 Desember mendatang di Pasar Badung, keempat episode tersebut telah diputar di beberapa banjar dan komunitas di Bali. Pemutaran  ini dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya perubahan perilaku setelah menonton Serial Pulau Plastik.

Menurut laporan Kopernik ada perubahan positif setelah menonton Serial Pulau Plastik. Diantaranya Mulai terlihat pengurangan penggunaan plastik sekali pakal di kalangan warga, serta munculnya kolaborasi lintas pihak terkait pengurangan sampah plastik dan berbagai inisiatif masyarakat Bali merupakan dampak nyata penerapan Peraturan Gubernur Bali no. 97 tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai.

"Sebagai konsumen, kita perlu lebih cermat calam memilih produk yang kita gunakan sehari-hari. Prioritaskan produk yang melestarikan lingkungan. Inilah pesan yang ingin kami sampaikan dalam kerjasama Pulau Plastik dengan inisiatif masyarakat di tingkat desa maupun di ranah agama," ujar Andre Dananjaya, Senior Project Officer-Pulau Plastik, Kopernik


Selain serial video dan Iklan layanan  masyarakat, Pulau Plastik yang digarap secara kolaboratif antara Kopernik, Akarumput, dan Visinema untuk menangani isu plastik sekali pakai juga tengah memproduksi film dokumenter untuk layar lebar yang akan  diluncurkan tahun 2020. Kabarnya kampanye Ini didukung oleh National Geographic Society, The Body Shop  Indonesla, Ford Foundation, dan Pratten Foundatlon (GR)

Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya