Daftar Pasang Baru Indihome

Dilaporkan Kasub ke Arya Wedakarna, Mantan Perbekel Pering Pilih Jalur Hukum

Mantan Perbekel Desa Pering, Gusti Agung Arika Sudewa menunjukkan surat pengaduan atas dugaan pencemaran nama baiknya oleh Nyoman Kasub  hari Selasa (4/2).

REDAKSIBALI.COM - Laporan Nyoman Kasub kepada Anggota DPD RI Arya Wedakarna terhadap dugaan pemerasan dan pungli yang dilakukan Mantan Perbekel Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, Gusti Agung Arika Sudewa berbuntut panjang. Kini Gusti Agung Arika Sudewa melaporkan balik Nyoman Kasub ke Polres Gianyar atas dugaan pencemaran nama baik. 

Saat dihubungi  redaksibali.com hari Selasa (4/2), Arika Sudewa menjelaskan kronologi peristiwa kenapa dirinya melaporkan Nyoman Kasub. 


“Suatu hari Kasub mendatangi dirinya. Dalam pertemuan itu Kasub menjelaskan bahwa dirinya diminta uang oleh pengurus perumahan sebesar 400 juta agar bisa menggunakan akses jalan perumahan menuju lokasi tanahnya. Dalam pertemuan itu Kasub minta tolong bagaimana caranya agar Kasub bisa diringankan dan tidak dikenakan biaya sebesar itu,” jelasnya.

Diminta tolong Kasub seperti itu, dalam pertemuan itu Arika Sudewa berusaha memberi penjelasan kalau jalan di Perumahan Pering River itu bukan jalan umum, selain itu masing-masing desa adat di lingkungan Desa Pering juga punya pararem yang kemungkinan juga ada donasinya. Mengenai besarnya donasi yang dikenakan adat, Arika Sudewa menyarankan Kasub berkoordinasi langsung dengan masing-masing desa adat. Sementara, kalau di desa dinas tidak boleh lagi memungut.

“Nah, lokasi tanah harus melewati perumahan lain, maka saya dekati perumahan itu. Setelah berkoordinasi dengan pengurus perumahan, biaya yang dikenakan sesuai dengan peraturan yang ada di perumahan itu” terang Arika Sudewa.

Mendapatkan penjelasan seperti itu, Kasub menuding Arika Sudewa memeras dirinya. Tudingan pemerasan itu disampaikan Nyoman Kasub dengan bersurat kepada Anggota DPD RI Arya Wedakarna.

Mendapat laporan dari Nyoman Kasub, pada tanggal 7/11/2019 Anggota DPD RI Arya Wedakarna melayangkan surat ke Arika Sudewa untuk minta klarifikasi terkait laporan Nyoman Kasub.

“Surat Arya Wedakarna kepada saya sebagai terlapor pemerasan itu pun dijadikan isu menjelang pemilihan perbekel dimana saat itu saya juga mencalonkan diri dengan status incumbent” terang Arika Sudewa.

Arika Sudewa menyesalkan langkah yang diambil Anggota DPD Arya Wedakarna dalam menanggapi laporan Nyoman Kasub yang kurang proporsional. 

“Surat Anggota DPD Arya Wedakarna itu ditembuskan ke mana-mana, dari Polres, Polda, Saber Pungli sampai Gubernur Bali,” bebernya

Tudingan pemerasan yang dilakukan Arika Sudewa terhadap Kasub tidak terbukti dan terbantahkan saat Nyoman Kasub melalui perwakilannya meminta maaf kepada Arika Sudewa pada pertemuan di Kantor Desa Pering hari Rabu tanggal 29 Januari 2020,  dengan alasan  suratnya ke DPD salah ketik

Kasub telah bersurat dan memohon maaf atas kekeliruannya “Pak Kasub sudah minta maaf ke saya. Tapi gara-gara surat laporannya ke DPD itu, saya merasa dirugikan, baik nama baik pribadi maupun keluarga besar. Juga mental anak dan istri terganggu, karena itulah saya melaporkan kasus ini ke Polres Gianyar“ terang Arika Sudewa.

Arika Sudewa berharap Polres Gianyar dapat segera menindaklanjuti laporannya itu dan mengungkap siapa-siapa saja yang terlibat selain Nyoman Kasub dalam persekongkolan mencemarkan nama baiknya (GR)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya