Daftar Pasang Baru Indihome

Mahasiswa 'Beraksi' Sebut RUU Cipta Kerja Sama Bahayanya dengan Virus Corona

Aksi penolakan atas omniubus law, RUU Cipta Kerja. oleh Barisan Rakyat Rakyat Pro Demokrasi (Beraksi) Kamis (19/3) didi parkir timur lapangan Bajra Sandhi, Denpasar 

REDAKSIBALI.COM - 
Elemen mahasiwa yang tergabung dalan Barisan Rakyat Rakyat Pro Demokrasi (Beraksi) Kamis, 19 Maret 2020 menggelar Aksi penolakan atas omniubus law, RUU Cipta Kerja.

Humas Aksi, Made Krisna menyampaikan bahwa virus Corona dan RUU Cipta Kerja tersebut sama bahayanya. Lebih lanjut, krisna menegaskan bahwa apabila mahasiswa tidak mengkritisi RUU tersebut, maka RUU tersebut akan terus diproses dan disahkan menjadi Undang-Undang oleh Pemerintah. “Itu alasan Kami mengapa aksi ini penting dilakukan,” tegasnya.

Lebih jauh, Krisna menjelaskan bahwa RUU Cipta Kerja tersebut abai terhadap aspek kemanusiaan dan perlindungan lingkungan hidup. Selain itu, tidak ada melibatkan organisasi masyarakat sipil dalam prosesnya, bahkan menutup akses informasi terhadap publik dalam memahami terkait RUU Cipta Kerja. “Itu alasan kami mengapa pembahsan RUU Cipta Kerja harus dihentikan dan dicabut dari pembahsan,”jelasnya. 

Dalam pernyataan sikapnya, elemen mahasiswa beraksi menyampaikan enam tuntutan, yakni: meminta Presiden Joko Widodo untuk menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja serta mencabutnya dari pembahasan, mengehtikan upaya-upaya untuk menutup informasi terkait RUU Cipta Kerja, memberikan ruang partisipasi kepada publik dalam setiap pembahasan Rencana Peraturan Perundang-Undangan dan meminta Presiden Joko Widodo untuk melakukan tindakan-tindakan yang tepat untuk mewujudkan hak atas lingkungan hidup yang baik dan sehat. 

Elemen mahasiswa Beraksi juga meminta agar Gubernur Bali bersurat resmi kepada Presiden Joko Widodo untuk menolak RUU Cipta Kerja disahkan sebagai Undang-Undang serta meminta agar Presiden menghentikan pembahasan RUU Cipta Kerja pada tahapan apapun dan mencabut RUU Cipta Kerja dari pembahasan. Setelah pembacaan sikap, mahasiswa membubarkan diri dengan tertib.

Saat akan memulai aksinya, pihak kepolisan menghimbau agar  mahasiswa tidak melakukan aksi ke kantor Gubernur Bali. Mengikuti himbauan itu,  mahasiswa yang tergabung dalam Beraksi melakukan aksi di Parkir Timur Lapangan Bajra Sandhi Renon. 

Sebelum aksi dimulai, mahasiwa berbaris sambil melakukan penyemprotan cairan disinfektan serta membagi cairan hand sanitizer kepada peserta aksi. 

Peserta aksi yang juga memakai masker,  menjaga jarak untuk mencegah penularan virus Corona. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk respon dari aliansi mahasiswa Beraksi terhadap virus Corona sekaligus sosialisasi pencegahan penularan virus corona. (GR, GN)

Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya