Daftar Pasang Baru Indihome

Bagikan Sembako, Tiga Tokoh Banjar Sebelanga Bergotong Royong Kurangi Beban Krama Terdampak Pandemi COVID-19

Ketut Beji, SE didampingi Ketut Purna dan Dona Indrayana menyerahkan bantuan paket sembako kepada Krama Banjar Adat Sebelanga, Desa Adat Denpasar pada hari Minggu (19/4) di Balai Banjar Sebelanga, Jalan Batanta, Denpasar

REDAKSIBALI.COM - Krama (warga) banjar adat Sebelanga, Desa Adat Denpasar yang berjumlah 196 KK secara bergantian mendatangi balai Banjar mereka yang terletak di jalan Batanta pada hari Minggu (19/4). Kehadiran mereka untuk menerima bingkisan paket sembako yang didonasikan oleh tiga tokoh banjar setempat.

"Pandemi COVID-19 ini secara nyata telah menurunkan perekonomian rakyat. karenanya saya berinisiatif menggandeng berbagai pihak untuk meringankan beban masyarakat. Untuk di Banjar Sebelanga ini, saya menggandeng Bapak Ketut Purna yang juga kelian Adat di sini dan Bapak Dona Indrayana seorang pengusaha untuk bergotong royong menyediakan paket sembako bagi anggota krama banjar," kata Ketut Beji, SE saat ditemu redaksibali.com.

Ketut Beji, SE yang juga anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Denpasar menjelaskan, dirinya juga akan berupaya hadir meringankan beban masyarakat di banjar lainnya di seputar Desa Dauh Puri Kauh dengan menggandeng donatur lainnya.

"Sebagai anggota Fraksi PDI Perjuangan kami menyisihkan sebagian penghasilan kami untuk dikelola Partai dalam rangka menangani dampak pandemi COVID-19 ini. Secara mandiri kami juga terus berupaya hadir di tengah masyarakat yang membutuhkan. Agar beban lebih ringan kita bergotong-royong dengan warga yang sekiranya mampu dan mau berdonasi meringankan beban warga lainnya," sambung Ketut Beji.



Sebagai tokoh masyarakat yang peduli dan bertanggung jawab pada keadaan warganya, Ketut Beji pada minggu sebelumnya juga melakukan penyemrotan disinfektan di rumah rumah warga di seluruh dusun yang ada di desa Dauh Puri Kauh, Denpasar Barat.

Ketut Purna menjelaskan dirinya secara pribadi berusaha turut serta meringankan beban warga karena adanya panggilan jiwa.

"Ini merupakan panggilan jiwa, karena rasa persaudaraan itu tidak ternilai harganya. Kebetulan krama kami banyak yang bekeja di pariwisata dan merasakan betul dampak pandemi Covid-19 ini. Banyak yang telah kehilangan pekerjaan dan butuh bantuan. Ini yang baru bisa kami lakukan, mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat," kata Ketut Purna

Sementara itu Dona Indrayana menjelaskan sebagai pengusaha yang bergerak dibidang pariwisata dirinya pun terkena imbas pandemi COVID-19 ini. Villa dan resort yang dikelolanya di Seminyak, Kuta,  menjadi sepi. Namun demikian Dona Indrayana tetap berusaha untuk tidak melakukan PHK dan tetap membayar gaji karyawannya.

"Mudah-mudahan keadaan bisa cepat pulih sehingga kami tidak sampai merumahkan karyawan," kata pemilik Tonys Villa and Resort ini

Dona Indrayana juga prihatin dengan keadaan krama Banjar Sebelanga yang terkena imbas pandemi COVID-19 ini.

"Hampir 80 persen krama disini menggantungkan diri dari dunia pariwisata, kini dunia pariwisata lesu, otomatis keadaan ekonomi krama banjar disini juga lesu. Untuk itu saya ikut prihatin dan bersedia bergotong royong bersama Pak Ketut Beji dan Pak Ketut Purna meringankan beban krama disini," tutup Dona Indrayana. (GR)



Baca juga:

http://www.redaksibali.com/2020/04/rumah-warga-desa-dauh-puri-kauh.html

Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya