Dapat Tambahan 11.389, Penerima Kartu Sembako di Tabanan Menjadi 28.900 KK

Dari kiri ke kanan : Wakil Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, Anggota DPRD Bali I Made Suparta, SH, Anggota Komisi VIII DPR RI I GN Kesuma Kelakan, ST, MSI bersinergi meringankan beban masyarakat Tabanan yang terimbas wabah Covid-19
REDAKSIBALI.COM - Pandemi virus corona atau coronavirus disease (COVID)-19 telah merusak perekonomian Bali termasuk di Kabupaten Tabanan.

Untuk itu Pemerintah Daerah Kabupaten Tabanan bersama kader-kader PDI Perjuangan terus berupaya untuk meringankan beban ekonomi masyarakat Tabanan dengan mengakses berbagai sumber pendanaan yang ada.

Salah satu dana yang diakses Pemda Tabanan adalah Program Perlindungan Sosial untuk penanganan COVID-19 dalam bentuk bantuan pangan non tunai untuk pembelian sembako (Kartu Sembako).

"Untuk tahun anggaran 2020 ini, Kabupaten Tabanan memperoleh tambahan sebanyak 11.389 penerima bantuan pangan non tunai untuk pembelian sembako (Kartu Sembako) dari Pemerintah Pusat. Dengan penambahan 11.389 ini maka penerima bantuan pangan non tunai di Kabupaten Tabanan menjadi 28.900 KK," kata anggota Fraksi PDI Perjuangan DPRD Bali I Made Suparta, SH usai menghadiri Rapat Koordinasi Persiapan Penyaluran Bansos Darurat Corona, hari Kamis (9/4), di kantor Bank BNI Wailayah Bali Nusra, Jalan Puputan, Renon, Denpasar.

"Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Wakil Bupati Tabanan, Bapak I Komang Gede Sanjaya, kami yang bertugas di DPRD Provinsi Bali dan Bapak Alit Kelakan yang bertugas di Komisi VIII DPR RI selalu berkoordinasi dan bersinergi mengawal usulan agar kuota Kartu Sembako untuk Masyarakat Tabanan yang terdampak Covid-19 bisa ditambahkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial," sambung Anggota DPRD Bali Dapil Tabanan ini

"Bersyukur ada Bapak Alit Kelakan di Komisi VIII DPR RI yang salah satu mitra kerjanya Kementerian Sosial. Jadi usulan ini bisa terus dikawal," kata Made Suparta

Made Suparta menjelaskan walaupun masih ada KK yang belum dapat, namun dirinya merasa bersyukur karena Kabupaten Tabanan mendapat tambahan kuota yang sangat signifikan. Kalau dihitung dalam bentuk uang, tambahan bantuan yang diterima langsung masyarakat Kabupaten Tabanan lebih dari 21, 3 milyar. Total bantuan pangan non tunai yang diterima masyarakat Tabanan dari Pemerintah Pusat tahun ini lebih dari 52 milyar.

"Tidak mudah untuk mendapatkan tambahan kuota ini, karena masing-masing daerah di seluruh Indonesia mengajukan usulan. Harus ada yang konsisten memperjuangkan ini," katanya

I Made Suparta, SH juga menjelaskan berdasarkan hasil pertemuan yang diikutinya tadi, bantuan akan diterima keluarga penerima manfaat mulai tanggal 25 April ini, setiap bulan selama sembilan bulan senilai 200 ribu.

Untuk menangani pandemi Covid-19 Pemerintah Jokowi menggelontorkan anggaran APBN 2020 sebesar 405,1 triliun. 110 triliun diantaranya untuk program perlindungan sosial. Bantuan pangan non tunai untuk pembelian sembako (Kartu Sembako) dan Program Keluarga Harapan (PKH) merupakan bagian dari Program Perlindungan Sosial. (GR)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya