Daftar Pasang Baru Indihome

Sedih Mendengar Stigma Negatif pada PMI, Gus Yoga Ingatkan Nilai Luhur Menyama Braya Orang Bali


Ida Bagus Yoga Adi Putra, SH. MKn ditemui di kediamannya di Sanur, Denpasar hari Jumat (17/4)


REDAKSIBALI.COM - Kepulangn Pekerja Migran Indonesia (PMI) mendapat stigma negatif sebagai pembawa virus corona ke Bali. Stigma negatif yang diberikan sebagian masyarakat Bali ini disesalkan pengusaha muda asal Sanur, Denpasar Ida Bagus Yoga Adi Putra, SH. MKn.

“Menurut informasi yang saya dapat, PMI asal Bali yang bekerja sebagai awak kapal berjumlah lebih dari 25 ribu orang. Sampai pertengahan bulan April ini 9.300 orang sudah pulang ke Bali. Ini tentu suatu hal yang tidak bisa dianggap sepele karena banyak hal yang harus disiapkan dan dikerjakan oleh pemerintah daerah dan pemangku kepentingan lainnya,” kata Ida Bagus Yoga Adi Putra, SH. MKn saat ditemui redaksibali.com di kediamannya di Sanur hari Jumat (17/40.

“Pandemi virus corona ini memukul telak sektor pariwisata termasuk wisata kapal pesiar. Pekerja pariwisata di Bali sendiri sudah banyak yang dirumahkan, jumlahnya lebih dari 2.000 karyawan. Dengan pulangnya PMI asal Bali ini tentu jumlah pengangguran di sektor pariwisata semakin meningkat," sambung pengusaha yang akrab dipanggil Gus Yoga.

Menurut Gus Yoga, banyak PMI yang baru berangkat harus kembali pulang dengan membawa bekal seadanya. Selama ini PMI diidentikkan sebagai pahlawan devisa bergelimangan dolar, namun dalam kondisi seperti sekarang banyak PMI yang mengalami kesulitan keuangan karena sebagian dari mereka harus membayar cicilan hutang yang mereka pinjam untuk pembiayaan keberangkatan mereka bekerja. Gus Yoga mengingatkan kondisi PMI ini perlu mendapat perhatian semua pamangku kepentingan dari tingkat pusat sampai daerah.

Dalam kaitannya dengan penanganan kesehatan, Gus Yoga mendukung langkah Pemerintah Daerah yang berbagi peran untuk menangani kepulangan PMI ini. Pemerintah Kabupaten Kota menyiapkan lokasi karantina yang layak untuk PMI, sedangkan pemerintah Provinsi Bali menangani pasien yang positif COVID-19.

Gus Yoga mengajak masyrakat Bali untuk memberikan dukungan doa dan moral kepada PMI yang menjalani karantina terkait Wabah Covid – 19 ini. 


"Daripada memberikan stigma negatif, mari kita beri dukungan doa dan moral kepada PMI yang menjalani karantina sehingga nantinya semua sehat dan terhindar dari COVID-19," ujar Gus Yoga.

“Sebagian besar PMI yang adalah tulang punggung keluarga, kita harus memberikan dukungan bagi mereka yang menjalani karantina termasuk memberikan dukungan kepada keluarga mereka yang terkena dampak Covid 19,” lanjut Gus Yoga yang juga menjabat Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Provinsi Bali.

Menurut Gus Yoga, Karantina yang dilakukan pemerintah merupakan langkah tepat untuk mencegah penyebaran covid 19 di Bali. Setelah karantina PMI ini selesai kita tetap memberi semangat kepada PMI.

“Mari kita hadapi masalah pandemi COVID -19 ini dengan melaksanakan nilai luhur hidup bersaudara sebagai keluarga besar krama Bali. Asah asih asuh, paras paros sarpanaya, sagilik saguluk salunglung sabayantaka, dengan semangat hidup menyamabraya" ajak Gus Yoga (GR)


Baca juga:
http://www.redaksibali.com/2020/03/gus-yoga-dukung-pemerintah-daerah.html

http://www.redaksibali.com/2020/03/cegah-meluasnya-covid-19-ini-yang.html


Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya