Daftar Pasang Baru Indihome

Melajah Saje: Pasemetonan Asungulun Berbagi Sembako dan Lakukan Penyemprotan Disinfektan


REDAKSIBALI.COM - Beberapa hari sebelumnya, setelah bergotong-royong melakukan penyemprotan disinfektan keliling kawasan Banjar Tegal Kuwalon dan sekitarnya, pada Senin (18/5/2020) tim kecil Pasemetonan Asungulun kembali bergerak menyalurkan bingkisan sembako kepada beberapa lansia di Banjar Pekambingan (Dauh Puri) dan Banjar Benaya (Peguyangan).


Di Banjar Pekambingan bingkisan diberikan kepada  Ni Luh Suparmi (60),  I Nyoman Sueta (75),  dan Ni Nyoman Narti (63).  Sementara di Peguyangan bingkisan sembako diserahkan kepada Ketut Buda (48)  Nyoman Arnawa (55), dan Ketut Sedeng (54). Dua nama terakhir adalah petani penyakap asal Sudaji, Buleleng yang telah lebih dari 15 tahun menggarap lahan sawah milik warga Peguyangan, Denpasar

Aksi terus berlanjut, Pasemetonan Asungulun kembali memenuhi panggilan sosial menyemprot disinfektan di kawasan Banjar Tag Tag, Peguyangan, Denpasar Utara. Bersama para prajuru banjar dan sekaa teruna (kelompok pemuda) setempat para relawan menyemprotkan cairan anti virus di ke seluruh pelosok Banjar Tag Tag, bahkan meluas ke kawasan perbatasan banjar-banjar tersebut. 

Penyemprotan dilakukan dengan spayer bermesin dengan cairan desinfektan sebanyak 800 liter yang ditempatkan di sebuah tangki besar dan kemudian dikelilingkan dengan sebuah mobil bak terbuka. 

Sementara penyemprotan ke rumah-rumah warga dilakukan oleh para pemuda dengan alat semprot manual yang mereka gendong di punggung masing-masing.

“Penyemprotan ini merupakan salah satu upaya menangkal menyebarnya virus covid-19 yang kami yakini memiliki efektivitas hingga batas tertentu. Penguatannya tentu saja kami lakukan upaya lain seperti physical dstancing, penggunaan masker, cuci tangan, dan prorokol kesehatan yang lain,” tutur Jro Mangku Maspahit yang memrakarsai aksi ini.

Sementara Pande Made Suardika yang memimpin tim pasemetonan Asungulun hari itu mengatakan bahwa aksi tersebut sebagai bentuk komitmen bahwa aksi kepedulian sosial yang mereka gaungkan terus berlanjut selama keadaan memanggil.

“Sebagai kelompok gerakan sosial, kami terus bergerak semampu kami sebagai bentuk solidaritas dan komitmen kami turut menciptakan situasi sekitar yang baik,” ujarnya.

Pande menjelaskan bahwa melalui upaya semacam ini kelompoknya belajar untuk selalu mewujudkan pikiran dan perkataan melalui tindakan nyata.

“Itu yang dalam Bahasa Bali kami istilahkan dengan ‘melajah saje’,” tandasnya.

Sekedar mengingatkan, Pasemetonan Asungulun adalah sebuah ikatan perasudaraan yang dibentuk untuk melakukan aksi-aksi sosial. Sebelumnya mereka telah melakukan penyemprotan desinfektan secara berkala di beberapa lokasi dan menyerahkan bingkisan sembako kepada lansia dan masyarakat lain yang terdampak pandemi covid-19.
(*AB)

Baca juga:
http://www.redaksibali.com/2020/05/tangkal-pandemi-tegal-kuwalon-gotong.html
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya