Daftar Pasang Baru Indihome

Pengembangan Riset dan Teknologi Pertanian, Kunci Menuju Ketahanan Pangan

Ida Bagus Yoga Adi Putra, SH, MKn

REDAKSIBALI.COM - Pengusaha muda asal Denpasar, Ida Bagus Yoga Adi Putra, SH, MKn memberikan pandangan dan solusi atas situasi ekonomi nasional, khususnya yang dialami Bali saat ini.

Menurut pria yang pernah mengenyam pendidikan hukum di Universitas Udayana ini, pariwisata yang dibangun selama ini merupakan bisnis  yang rapuh. 


"Pariwisata yang kita bangun selama ini nampaknya bisnis yang rapuh. Rapuh, karena berbagai pengalaman telah menunjukkan keberlangsungan bisnis ini sangat bergantung pada situasi keaman regional maupun global seperti kasus perang teluk dan ancaman terorisme. Bom Bali pertama dan yang kedua memberi pelajaran berharga betapa sulitnya situasi pariwisata saat itu," kata Gus Yoga, panggilan pengusaha muda ini saat ditemui redaksibali.com di kediamannya di Sanur, hari Jumat (1/5).

Gus Yoga memberi gambaran kalau bencana alam juga menghantui keberlangsungan bisnis pariwisata ini. 

"Seperti yang kita tahu Indonesia memiliki risiko bencana alam yang cukup tinggi. Abu letusan gunung Gunung Agung  dan letusan gunung lain yang berdekatan dengan Bandara Ngurah Rai  sangat mempengaruhi penerbangan yang membawa wisatawan. Belum lagi bisnis pariwisata ini disandera harga tiket penerbangan," terang pemuda yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Bali.

Dijelaskannya pula, selain adanya ancaman kerusakan lingkungan dan budaya karena perilaku manusia, ancaman keberlangsungan bisnis pariwisata ini juga dirasakan karena terjadinya praktek yang tidak sehat yang muncul dari over supplay akomodasi dan transportasi pariwisata.

Gus Yoga memaparkan fakta bahwa isu kesehatan juga rentan memukul jatuh bisnis pariwisata. 

"Seperti isu severe acute respiratory syndrome (SARS) dan kini coronavirus disease (COVID)-19 benar-benar memacetkan bisnis pariwisata di Bali yang menjadi sumber penghidupan mayoritas masyarakat Bali," kata Gus Yoga penuh keprihatinan.

Menyikapi kondisi ini, agar tidak terus larut dalam situasi bisnis yang kurang menentu, Gus Yoga menawarkan solusi jangka panjang.


"Wabah COVID-19 ini bisa menjadi 'wakeup call' bagi kita di Bali dan  Bangsa Indonesia untuk kembali menjadi bangsa agraris," katanya.

"Peningkatan ketahanan pangan merupakan prioritas utama dalam pembangunan karena pangan merupakan kebutuhan yang paling dasar bagi manusia sehingga pangan sangat berperan dalam pertumbuhan ekonomi nasional,"sambung alumni Fakultas Hukum Unud ini.

Ditanya terkait ketahanan pangan, Gus Yoga menguraikan bahwa 
ketahanan pangan diartikan sebagai tersedianya pangan dalam jumlah dan kualitas yang cukup, terdistribusi dengan harga terjangkau dan aman dikonsumsi bagi setiap warga untuk menopang aktivitasnya sehari-hari sepanjang waktu.

"Indonesia sebagai negara dengan iklim yang baik, dengan bujur garis lintang khatulistiwa terbesar kedua di dunia dan garis pantai yang panjang merupakan keuntungan geografis yang dimiliki negeri kita tercinta ini," urai Gus Yoga perihal keunggulan geografis Indonesia.

Gus Yoga menyarankan dan mendukung agar pemerintah menjadikan pertanian sebagai sektor unggulan.


"Pengembangan Sektor agricultural bisa menjadi solusi jangka panjang bagai pemenuhan kebutuhan masyarakat Indonesia," kata suami dari Oki Amrita Wijaya lebih lanjut.

Gus Yoga memerikan ilustrasi bahwa sebuah negara bisa berjalan tanpa ada gedung- gedung megah, namun tak bisa hidup tanpa sawah dan perkebunan.  


Menurutnya, inilah saat yang tepat bagi pemerintah untuk memberikan bantuan bagi para petani untuk menggenjot hasil produksi baik subsidi pupuk mapun penyaluran teknologi.

Gus Yoga meyakini, kalau dukungan pada sektor pertanian diberikan secara terstruktur, sistematis dan masif maka masa keemasan swamsembada pangan sangat bisa kembali kita kembalikan. Dengan demikian kita tidak bisa terus tergantung pada sektor impor. Kalau dari segi pertahanan negara, ketahanan pangan adalah suatu yang krusial bagi kehidupan bangsa.

"Kalaupun akhirnya muncul pariwisata, orang datang melancong itu, itu karena kita serius menggarap sektor pertanian dan pariwisata itu menjadi bonus semata. Untuk mencapai semua ini maka p
engembangan riset dan teknologi pertanian menjadi kunci untuk menuju ketahanan pangan," pungkas  Gus Yoga menguraikan solusi yang ditawarkannya (GR)


Baca juga:

http://www.redaksibali.com/2020/04/sedih-mendengar-stigma-negatif-pada-pmi.html
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya