Daftar Pasang Baru Indihome

Mengenang Bung Karno: Fanatisme pada Produk Dalam Negeri Kunci Percepatan Pemulihan Ekonomi

Ida Bagus Yoga Adi Putra, SH,MKn 

REDAKSIBALI.COM - Pada tahun 1962 Bung Karno mulai membangun Sarinah dan kemudian Beliau meresmikannya tahun 1966. Amanat Presiden Soekarno kala itu sangat jelas, Sarinah harus menjadi pusat perdagangan dan promosi barang-barang produksi dalam negeri, terutama hasil pertanian dan perindustrian rakyat. Kala itu, Presiden Sukarno ingin ada wadah kegiatan perdagangan produk dalam negeri untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Maka Sarinah menjadi wahananya.

Meskipun kemudian pada periode berikutnya Sarinah mengalami banyak penyimpangan dalam fungsinya, namun kalau kita mengenal semangat pendiriannya tentu kita perlu kembalikan kepada tujuan awalnya dan bila perlu dikembangkan ke berbagai sektor ekonomi lainnya.

Cerita itu disampaikan Ida Bagus Yoga Adi Putra, SH,MKn saat ditemui redaksibali.com di kediamannya di Sanur. Sebagai bentuk penghormatan terhadap kelahiran pendiri negara kita Bung Karno yang jatuh setiap tanggal 6 Juni, redaksibali.com sengaja menemui tokoh muda Sanur ini untuk berbincang terkait bagaimana pemikiran dan gagasan Bung Karno dibidang ekonomi diadaptasikan di masa kini.

“Gagasan dan pemikiran Bung Karno ini masih relevan untuk diimplementasikan sampai sekarang, ” sambung pemuda yang akrab di panggil Gus Yoga ini.

Gus Yoga menjelaskan bahwa kekuatan ekonomi global merupakan ancaman serius bagi keberlanjutan pelaku ekonomi Indonesia, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah. Pelaku bisnis kita sulit bersaing dengan serbuan kekuatan ekonomi luar yang lebih kompetitif.

“Bangsa kita dihadapkan pada persaingan bebas yang menjadi bagian penting dari era global ini. Dalam hal ini, pemerintah tidak bisa serta merta melarang masuknya produk impor ke pasar domestik, karena bisa dipandang melanggar pasar bebas yang merupakan nilai universal di era global ini,” lanjut Wakil Ketua DPD Partai Gerindra Bali ini .

Menurut Gus Yoga, yang mungkin dilakukan adalah mengimbau masyarakat Indonesia agar lebih mengkonsumsi produk nasional ketimbang produk luar. Lebih mencintai produk nasional ini merupakan manifestasi dari bela negara di era kekinian.

Gus Yoga mengangap pandemi COVID -19 merupakan pengalaman yang sangat berharga. Dampak ekonomi akibat pandemi ini jelas terlihat dengan banyaknya pengusaha merumahkan bahkan melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) para karyawanya untuk menjaga perusahaan tetap berjalan.

“PHK karyawan merupakan keputusan berat bagi pengusaha, terutama karyawan yang memiliki dedikasi yang tinggi terhadap perusahaanya dan meningginya angka pengganguran juga menjadi pekerjaan rumah besar bagi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi,“ ungkapnya

Namun demikian dibalik dampak buruk yang ditimbulkan pandemi ini, Gus Yoga melihat ada peluang yang bisa dimanfaaatkan. “Situasi kita saat ini merupakan momentum bagus bagi kita untuk meningkatkan pemakaian produk dalam negeri. Dengan jumlah populasi penduduk lebih dari 250 juta jiwa menjadi keuntungan tersendiri bagi Indonesia, jika pemerintah megalakan gerakan Cinta Produk Indonesia,” papar Gus Yoga.


Gus Yoga juga mengingatkan agar tidak menjadi sekedar semboyan namun bisa diterima konsumen dalam negeri, kampanye ‘Cinta Produk Indonesia’ juga harus dibarengi dengan perbaikan di berbagai sektor. Perbaikan yang mengarah pada meningkatnya kualitas produk, harga produk yang semakin kompetitif dan pelayanan yang semakin prima.

“Banyak produk dalam negeri kita tidak kalah dengan produk impor dan Jika kita pergi keluar negeri banyak orang asing yang justru menggunakan produk ‘made in Indonesia’ karena mereka tau produksi Indonesia memiliki kualitas bahan dan design yang bagus, jadi jangan gengsi bahkan minder kalau menggunakan produk produksi dalam negeri,” pungkas pemuda yang memiliki motto pasti bisa ini.(GR)


baca juga:
http://www.redaksibali.com/2020/05/pengembangan-riset-dan-teknologi.html
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya