Alit Kelakan Serap Aspirasi Masyarakat Denpasar terkait Pokok-Pokok Haluan Negara


Anggota Badan Pengkajian MPR RI yang juga Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I.G.N Kesuma Kelakan, S.T., M.Si (pegang mikropon) saat melaksanakan kegiatan menyerap aspirasi masyarakat bertemakan Urgensi, Bentuk Hukum dan Penegakannya, Serta Sistematika Pokok Pokok Haluan Negara di Desa Pemecutan Kelod, Denpasar pada hari Rabu (16/9/2020).


REDAKSIBALI.COM - Sebagai Anggota Badan Pengkajian MPR RI, Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan I.G.N Kesuma Kelakan, S.T., M.Si melaksanakan kegiatan menyerap aspirasi masyarakat terkait Urgensi, Bentuk Hukum dan Penegakannya, Serta Sistematika Pokok Pokok Haluan Negara di Desa Pemecutan Kelod, Denpasar pada hari Rabu (16/9/2020). 

Dalam pengantarnya sebagai narasumber, Anggota Dewan yang akrab dipanggil Alit Kelakan ini menjelaskan, setelah lebih dari dua dekade reformasi, berbagai kalangan melakukan refleksi terhadap kemajuan pembangunan bangsa Indonesia. Salah satu hal yang paling banyak direfleksikan adalah tentang pentingnya Pokok-Pokok Haluan Negara dihadirkan kembali, dalam menjalankan pembangunan Indonesia kedepan.

“Urgensi menghadirkan kembali Pokok-Pokok Haluan Negara karena Undang-Undang Nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional masih memiliki beberapa kelemahan yang perlu diperbaiki. Untuk itu, kami di Badan Pengkajian MPR RI turun ke masyarakat untuk melakukan sosialisasi sekaligus mencari masukan terkait Bentuk Hukum dan Penegakannya, Serta Sistematika Pokok Pokok Haluan Negara ini,” ungkap Alit Kelakan.

Alit Kelakan juga menjelaskan gagasan untuk menghadirkan kembali Haluan Negara bukan dimulai pada tahun ini, melainkan gagasan yang sudah menjadi kesepakatan seluruh kekuatan politik yang ada di MPR masa jabatan 2009-2014 dengan Keputusan MPR Nomor 4/MPR/2014.

Menurut Alit Kelakan dalam gagasan tersebut terungkap sistem perencanaan pembangunan nasional saat ini yang terdiri dari, perencanaan jangka panjang yang dibingkai melalui Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP), Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dan Rencana Kerja Pemerintah sampai pada Rencana Kerja Kementrian atau Lembaga masih belum memiliki pola pembangunan yang berkelanjutan.


Alit kelakan menegaskan bahwa sangat perlu menghadirkan kembali Pokok-Pokok Haluan Negara dalam sistem ketatanegaraan Indonesia. Keberadaan haluan negara ini akan makin melengkapi sempurnanya bangunan ketatanegaraan Indonesia berdasarkan sistem presidensial yaitu Indonesia memiliki Pancasila sebagai haluan ideologi negara, UUD NRI Tahun 1945 sebagai dasar konstitusi negara dan haluan negara sebagai kebijakan dasar pembangunan negara.

Acara ini juga menghadirkan Pengamat hukum I Gusti Agung Dian Hendrawan, S.H., M.H. sebagai narasumber. Dalam paparannya Dian Hendrawan mengulas Pancasila Sebagai Philosophisce Grondslag dalam Upaya Merumuskan Kembali Haluan Dasar Pembangunan Negara.

Senada dengan yang disampaikan Alit Kelakan, menurut Dian Hendrawan Pancasila sebagai Philosophisce Grondslag merupakan nilai yang dibuat dengan cita-cita dan spirit yang berakar dari semangat bangsa Indonesia yang khas, serta pengalaman ketatanegaraan yang telah dipraktikkan oleh masyarakat Indonesia. Spirit bangsa Indonesia dari semua golongan yang ada diungkapkan oleh Ir. Soekarno menjadi lima dasar, yaitu Pancasila.

“Inilah salah satu bentuk kesepakatan mengenai filosofi pemerintahan yang dapat disepakati bersama (general acceptance of the same philosophy of government). Pancasila sebagai Philosophisce Grondslag berperan besar dalam upaya merumuskan kembali Haluan Negara dalam bentuk Haluan Dasar Pokok Pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (HDPP-NKRI), khususnya dua dimensi kedudukan Pancasila dalam hierarki Peraturan Perundang-Undangan di Indonesia yang mengakibatkan perumusan HDPP-NKRI harus didasarkan pada Pancasila yang merupakan cerminan cita-cita pembangunan beserta arah tujuan pengambilan kebijakan yang harus ditempuh oleh Pemerintah sebagai wujud pertanggungjawabanya terhadap rakyat” ungkap Dian Hendrawan

Banyak tokoh-tokoh masyarakat Denpasar tampak menghadiri acara ini. Pada sesi tanya jawab para peserta dengan antusias memberikan tanggapan dan menyampaikan aspirasi terkait tema yang sedang dibahas.

Mengingat masa pandemi, acara penyerapan aspirasi masyarakat ini dilaksanakan dengan memenuhi protokol kesehatan untuk penangan Covid—19.(GR)





Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya