Komisi IX DPR RI Pastikan Hibah APD dari Kementerian Kesehatan Sampai Kepada Delapan RS di Bali

 

Anggota Komisi IX DPR RI Ketut Kariyasa  Adnyana (paling kanan) saat menghadiri penyerahan APD dari Kementerian Kesehatan secara simbolis di RSUP Sanglah, hari Kamis (24/09)

REDAKSIBALI.COM - Kementerian Kesehatan memang berupaya memberikan bantuan bagi rumah sakit . Tak hanya kali ini saja, bahkan sejak adanya kelangkaan alat pelindung diri (APD) dan terbatasnya pemeriksaan SWAB serta PCR, pihaknya sudah bergerak memberikan bantuan.

Pernyataan itu disampaikan Anggota Komisi IX DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana saat menghadiri penyerahan APD dari Kementerian Kesehatan secara simbolis ddi Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, hari Kamis (24/09).

Komisi IX DPR RI merupakan mitra kerja dari kementerian Kesehatan. Kehadiran Anggota Komisi IX DPR RI Ketut Kariyasa Adnyana pada penyerahan APD di RSUP Sanglah ini salah satunya adalah untuk memastikan hibah APD dari Kementerian Kesehatan sampai tepat sasaran.

Politisi PDI Perjuangan asal Busungbiu, Buleleng pada kesempatan itu juga menyampaikan meningkatnya jumlah kasus positif di Bali, tentunya juga berdampak pada ketersedian APD.

“Tenaga medis di RS itu adalah benteng terakhir. Tapi dengan situasi sekarang yang masih tidak jelas kapan puncaknya dan kenaikan masih banyak, karena masih banyak yang di tes. Sehingga ujung tombaknya itu betul-betul di RS,” ujarnya

Kariyasa Adnyana mengungkapkan Komisi IX DPR RI juga menggelar rapat bersama Pemerintah untuk memberikan tunjangan kepada para tenaga medis. Tunjangan ini nantinya akan diberikan melalui APBD provinsi maupun kabupaten/kota.

“Memang kemarin itu Bali ada kendala. APBD Provinsi itu terlambat sedikit, karena mekanisme penganggaran harus persetujuan DPRD. Tapi Pak Gubernur sudah mendapat persetujuan Pimpinan Dewan tanpa harus Paripurna,” ungkapnya

Menurut Kariyasa Adnyana, saat ini yang terpenting adalah masalah kesehatan. Mengingat Bali yang mengandalkan sektor pariwisata, tentunya faktor tersebut menjadi hal yang utama. Ditambah lagi, pertumbuhan perekonomian Bali minus hingga 11 persen. Angka tersebut melebihi rata-rata nasional.

“Kalau kesehatan ini tidak pulih, mana mungkin orang mau berwisata. Kita akui sebagian besar masyarakat Bali bekerja dibidang pariwisata. Sekarang minusnya paling rendah, karena hampir 11 persen,” paparnya

Kariyasa Adnyana juga menginformasikan bahwa Komisi IX juga terus berupaya memulihkan perekonomian secara nasional. Upaya pemulihan itu dilakukan dengan melanjutkan Jaring Pengaman Sosial (JPS) seperti BLT (Bantuan Langsung Tunai), Bantuan Non Tunai, Kartu Pra kerja, BSU penghasilan di bawah 5 juta, PKH, bantuan UMKM.

“Kemudian nanti ada kegiatan Padat Karya juga, ada Tenaga Kerja Mandiri (TKM). Biar banyak digelontorkan Padat Karya, ” ungkapnya

Kariyasa Adnyana berpesan kepada masyarakat untuk tetap menerapkan Protokol Kesehatan (Prokes), seperti memakai masker, sering cuci tangan, dan menjaga jarak.

Direktur RSUP Sanglah I Wayan Sudana didampingi beberapa Dirut RS saat menerima bantuan Hibah APD menyatakan pihaknya sangat berterima kasih dengan adanya bantuan tersebut. “Kami khususnya di RSUP Sanglah sangat merasa terbantu. Karena untuk kasus-kasus di Sanglah itu masih membutuhkan APD,” ucapnya

Pada kesempatan itu Wayan Sudana menyampaikan saat ini tingkat hunian tempat tidur di RSUP Sanglah sudah turun 64 persen, sehingga masyarakat umum tidak perlu khawatir untuk tidak tertangani. Menurutnya pelayanan perlu juga ditopang dengan fasilitas lainnya, salah satunya APD. “Bukan masalah kuantitas tempat tidur, tapi kualitas penanganan pasien,” katanya.

Diinformasikannya pula bahwa sesuai dengan prosedur penanganan di IGD RSUP Sanglah, setiap pasien terlebih dahulu dilakukan screening serta dilakukan SWAB. “Itu dilakukan untuk menentukan pasien positif atau tidak, sekaligus untuk memastikan keamanan tenaga medis juga,” ujarnya.

Wayan Sudana juga menyatakan pemeriksaan SWAB di RSUP Sanglah tak lagi membutuhkan waktu lama. Dalam hitungan jam, hasil apakah pasien terpapar atau tidak Covid-19 sudah langsung bisa diketahui. Dibandingkan dengan awal merebaknya Covid-19, pemeriksaan SWAB hasilnya baru bisa diketahui setelah 3 hari. “Pasien yang butuh kecepatan, SWAB itu sudah. Jadi tidak lebih dari 1x24 jam,” ujarnya.

Pada hari Kamis (24/9) Selain kepada RSUP Sanglah, Kementerian Kesehatan RI juga menyalurkan Hibah APD serta Oksigen Consentrate kepada 8 Rumah Sakit (RS) di Bali. Masing-masing RS digelontor 1.250 APD.(GR)
Share on Google Plus

About redaksibali.com

0 komentar:

Posting Komentar

Komentar yang tidak sesuai dan Mengandung Unsur Pelanggaran Atas SARA dan Ujaran Kebenciaan akah di hapus tanpa pemberitahuan sebelumnya