Redaksi Bali

Portal Info Berita Bali Terlengkap, Terbaru, dan Terupdate – Media Online

Ditarget Jadi Desa Agrowisata , Petani Jeruk Desa Belantih Didorong Terapkan Pertanian Organik

Ditarget menjadi desa agrowisata dengan potensi buah jeruk, petani di Desa Belantih, Kintamani Bangli didorong untuk mulai menerapkan pertanian organik. Upaya menerapkan pertanian organik menjadi sebuah kewajiban dalam upaya mewujudkan pertanian yang ramah lingkungan. Guna mewujudkan target tersebut maka petani perlu memahami cara budidaya jeruk yang benar.
“Petani mesti memahami dan mampu mempraktekkan cara budidaya jeruk yang baik dan benar untuk meningkatkan produksi, kualitas buah dan pengendalian OPT secara organik untuk mendapatkan buah yang aman dikonsumsi dan ramah lingkungan” kata Ketua Tim Pengabdian Program Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPPUD)Fakultas Pertanian Universitas Warmadewa, Ir. Ni Komang Alit Astiari, M.Si., didampingi anggota tim Dr. Ir. Ni Putu Anom Sulistiawati, M.Si dan Ir. I Nengah Suaria, M.Si. dan Dr. Ni Made Ayu Suardani Singapurwa, STP., M.Si saat melakukan penyuluhan di Bangli pada Rabu (1/6).

Baca juga : 

Penanganan pasca panen juga kurang baik dan belum adanya ketrampilan dalam pengolahan buah jeruk menjadi berbagai varian produk kuliner berbahan baku jeruk seperti bolu atau kue, manisan, teh dari kulit buah jeruk) yang mestinya bisa dilakukan pada saat terjadinya buah berlimpah pada musim panen raya untuk meningkatkan nilai tambah.

 

“Upaya untuk mendorong dan menyiapkan Desa Belantih sebagai obyek agrowisata berbasis jeruk sangat dibutuhkan agar ketika pariwisata Bali pulih setelah pandemic Covid-19, terjadi integrasi yang bersifat simbiosis mutualistik antara pertanian dan pariwisata di Desa Belantih” jelas Alit Astiari.

 

Ketua Kelompok Tani Dharma Kriya, I Wayan Selamat, SE mengaku bersyukur atas penyuluhan dan demontrasi plot yang diberikan oleh Fakultas Pertanian Unwar. Penyuluhan dan demontrasi plot yang di berikan akan menambah pengetahuan anggota kelompok tani khususnya generasi muda dari anggota keluarga kelompok tani Dharma Kriya.

 

Ia mengakui bahwa selama ini belum pernah melakukan teknik budidaya secara organik yang ramah lingkungan Kendati demikian, melalui penyuluhan dan pendampingan yang diberikan Fakultas Pertanian Unwar, pihaknya berharap anggota kelompok taninya mulai sedikit demi sedikit mempraktekkan teknik budidaya yang ramah lingkungan untuk mendapatkan buah jeruk yang aman dikonsumsi tetapi produksi dan kualitas buah tetap dapat ditingkatkan.

 

Desa Belantih Kabupaten Bangli, memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi sentra agrowisata berbasis jeruk. Lebih dari 80% mata pencaharian penduduk menggantungkan hidup dari komoditi jeruk.

Dayamitra Telekomunikasi Mencatatkan Laba Bersih yang Meningkat Tajam di 3Q23

Mobil Aliansi Mahasiswa Papua Berhadapan dengan RAISA di Bali

Wabah Pneumonia di Bali: Kewaspadaan Meningkat, Langkah-langkah Preventif dan Tanggap Pemerintah

Barito Renewables Energy (BREN) Siap Mengguncang Pasar Energi Terbarukan dengan Akuisisi PLTB di Sulawesi