KeuanganPasar Modal

Peluncuran Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank Mengukur Kinerja Harga Saham Perbankan

Peluncuran Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank Mengukur Kinerja Harga Saham Perbankan. Rencananya peluncuran ditetapkan pada Rabu, 4 Oktober 2023. IDX-PEFINDO Prime Bank memiliki kode PRIMBANK10 yang diluncurkan dan dikelola dengan PT Pemeringkat Efek Indonesia atau PEFINDO. Indeks ini mengukur kinerja harga dari 10 saham perbankan yang memiliki peringkat investment grade dengan likuiditas transaksi keuangan yang baik.

“Periode perdagangan sejak 4 Oktober sampai 31 Desember 2023,” tulis BEI dalam pengumumannya, Senin (2/10/2023).

Peluncuran Indeks IDX-PEFINDO sebanyak 10 konstituen awal yang masuk indeks ini antara lain PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Selanjutnya adalah PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS), PT Bank BTPN Tbk (BTPN), PT Bank OCBC NISP Tbk (NISP), dan PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN).

baca juga :

Momen Berharga: Jokowi dan Puan Maharani di Gala Dinner KTT WWF Ke-10 di Bali

Kabar Terkini: Presiden Iran Ebrahim Raisi Usai Helikopter Jatuh

Fakta Kecelakaan Maut Pesawat Latih di BSD Tangsel

Satgas Cartenz Tangkap Komandan Operasi KKB Wilayah Dokoge-Paniai

Metode penghitungan indeks ini menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted, dengan diterapkan pembatasan bobot saham paling tinggi sebesar 35 persen. Secara umum deretan konstituen IDX-PEFINDO Prime Bank ini berasal dari sektor perbankan yang menerbitkan surat utang sekaligus diperingkat oleh PEFINDO. Perusahaan tersebut harus memiliki nilai investment rating grade idAAA hingga idBBB- dari PEFINDO. Selain nilai peringkat, faktor lain yang mendasari pemilihan konstituen antara lain total aset, likuiditas, kapitalisasi pasar, valuasi (PER dan PBV), hingga legal.

Evaluasi minor indeks bakal dilakukan setiap Maret dan September, sedangkan evaluasi mayor terjadi pada setiap Juni dan Desember. Lebih jauh, evaluasi non-rutin dapat dilakukan kapanpun secara insidental apabila terjadi perubahan jumlah saham secara signifikan, delisting, suspensi dan informasi lain yang bersifat sangat signifikan atas suatu konstituen indeks.

Saham BBCA dan BBRI memiliki bobot terbesar dalam IDX-PEFINDO Prime Bank, yakni sebesar 35,00 persen. Adapun BMRI berada di urutan ketiga dengan bobot mencapai 20,53 persen. Selanjutnya ada BBNI mencapai 7,22 persen, dan sisanya memiliki bobot di bawah 1 persen.

video terkait :

Siplah Umah IT
adaru bhumi
Umah IT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *