Pasar ModalPerbankan

Bank BTN Berencana Mengakuisisi Bank Muamalat: Apa yang Harus Diketahui

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. (BBTN) berencana mengakuisisi bank syariah pertama di Indonesia, yakni PT Bank Muamalat Tbk. Berdasarkan informasi yang diterima Bisnis, BBTN dikabarkan ingin menggabungkan Bank Muamalat dengan unit usaha syariah milik perseroan yakni BTN Syariah.

Bank BTN kini sedang mengkaji sejumlah opsi terkait aksi korporasi tersebut. “Saat ini, kami [BBTN] sedang mengkaji opsi apakah kami akan masuk sendiri atau bersama investor lainnya,” ujar salah seorang sumber Bisnis di Bank BTN, Kamis (9/11/2023).

baca juga :

Israel Pastikan Balas Dendam ke Iran Abaikan Masukan Sekutu

Rekrutmen CPNS 2024: Persyaratan, Jadwal, dan Proses Pendaftaran yang Perlu Anda Ketahui

Firli Bahuri Minta Rp 50 Miliar ke Panji Hartanto, Eks ajudan mantan Mentan Syahrul Yasin Limpo

Sebanyak 17 Surat ” Amicus Curiae ” Yang Masuk ke MK

Rencana BBTN mengambil alih Bank Muamalat memang cukup terbuka. Hal ini seiring langkah Muamalat untuk menggelar initial public offering (IPO) pada akhir 2023. Sebagai konteks, Bank Muamalat sejatinya sudah berstatus perusahaan terbuka, akan tetapi perusahaan belum melakukan pencatatan di pasar modal.

Seiring dengan rencana listing tersebut, porsi kepemilikan saham Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) di tubuh Bank Muamalat akan terdilusi. Kendati demikian, BPKH telah membuka pintu bagi investor baru yang berencana masuk.

“Itu konsekuensi [terdilusi], tapi itu siapa nantinya [pemegang saham baru] yang masuk di situ, apabila ada yang lebih besar kami siap,” ujar Anggota Badan Pelaksana BPKH Sulistyowati saat ditemui Bisnis pada awal September lalu.

BPKH memang sudah dari jauh-jauh hari ingin mengurangi porsi kepemilikan sahamnya di Bank Muamalat. Saat ini, BPKH tercatat menggenggam 82,65% saham Muamalat. BPKH menjadi pemegang saham Muamalat setelah menerima hibah dari Islamic Development Bank (IDB), Bank Boubyan, Atwill Holdings Limited, National Bank of Kuwait, IDF Investment Foundation, dan BMF Holding Limited pada November 2021.

Hibah saham tersebut mencapai 7,9 miliar saham atau setara dengan 77,42%. Pengalihan ini dilakukan dalam rangka memiliki, mengoperasikan, dan mengembangkan usaha BPKH di bidang perbankan syariah, serta menjadikannya sebagai pemegang saham pengendali Muamalat.

Di sisi lain, pada awal 2022, Bank BTN juga sempat melirik anak usaha PT Bank Victoria International Tbk. (BVIC), yakni Bank Victoria Syariah untuk diakuisisi. Negosiasi dikabarkan sudah berjalan, tetapi kedua pihak gagal menemui kata sepakat.

video terkait :

Siplah Umah IT
Umah IT
adaru bhumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *