Keuangan

Bank Indonesia Pertahankan Suku Bunga, IHSG Menguat

RedaksiBali.com – Pada Kamis (23/11), Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) di 6%. Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi konsensus dan merupakan langkah pre-emptive dan forward looking untuk menghadapi ketidakpastian global serta mengurangi dampak inflasi yang diimpor.

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, menjelaskan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk memperkuat nilai tukar rupiah yang telah menguat sebesar 1,99% terhadap dolar AS sejak akhir Oktober 2023 hingga 22 November 2023. Meskipun terjadi pelemahan pada Oktober 2023, nilai tukar rupiah telah cukup stabil sepanjang tahun ini dengan hanya terdepresiasi sebesar -0,04% YTD.

baca juga :

Penurunan Laba Bersih dan Proyeksi Dividen Indo Tambangraya Megah (ITMG)

Laba Bersih BPD Jawa Barat dan Banten Turun -14,6% YoY Menjadi 515 Miliar Rupiah pada 3Q23

Pertumbuhan Debitur Baru KUR BRI Mencapai Target Tahun 2023

PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET) Menggadaikan Sahamnya pada Tiga Perusahaan sebagai Jaminan Pinjaman

Keputusan Bank Indonesia ini juga berdampak positif pada pasar saham, seperti yang terlihat dari penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sebesar 1,41% ke level 7.004 pada hari yang sama. Selain itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS melemah -0,06% menjadi 15.593, sementara yield obligasi pemerintah tenor 10 tahun turun 1 bps menjadi 6,73%.

Keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga menunjukkan bahwa tingkat suku bunga telah mencapai titik puncaknya. Berdasarkan konsensus yang dihimpun oleh Bloomberg, suku bunga Bank Indonesia diperkirakan akan tetap berada di level 6% hingga kuartal kedua 2024. Selanjutnya, ada prediksi bahwa Bank Indonesia akan mulai memangkas suku bunga pada kuartal ketiga 2024, setelah The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga pada kuartal kedua 2024.

Berdasarkan analisis dari CME FedWatch Tool, kemungkinan The Fed mempertahankan suku bunga pada pertemuan Desember 2023 mencapai 97,8%, sementara kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Juni 2024 mencapai 78,9%. Proyeksi ini memberikan outlook yang positif bagi pasar saham.

Penguatan IHSG pada hari tersebut terjadi hampir di seluruh sektor, terutama di sektor keuangan (1,84%), teknologi (8,6%), dan properti (0,92%). Hal ini disebabkan oleh proyeksi pemangkasan suku bunga yang meningkatkan daya tarik obligasi pemerintah Indonesia. Pergerakan harga obligasi pemerintah berbanding terbalik dengan arah suku bunga (yield), sehingga investor dapat mempertimbangkan instrumen obligasi FR dengan tenor jangka panjang seperti FR0089, FR0076, PBS033, atau FR0097.

Bagi investor, keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga dapat menjadi pertimbangan dalam mengambil keputusan investasi. Namun, tetap perlu diingat bahwa investasi memiliki risiko, dan konsultasikanlah dengan ahli keuangan sebelum mengambil keputusan investasi yang tepat.

Demikianlah informasi mengenai keputusan Bank Indonesia untuk mempertahankan suku bunga. Semoga informasi ini bermanfaat bagi Anda dalam memahami pergerakan pasar keuangan di Indonesia.

video terkait :

Siplah Umah IT
Umah IT
adaru bhumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *