Berita

Dugaan Kebocoran Data Pemilih di Situs Web KPU: Bareskrim Polri Sedang Usut

RedaksiBali.com – Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri sedang mengusut adanya dugaan kebocoran data pemilih di situs web Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dugaan kebocoran data ini terungkap setelah hasil patroli siber yang dilakukan oleh anggota Dittipidsiber. Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, mengungkapkan bahwa tim Computer Security Incident Response Team (CSIRT) sedang menyelidiki dugaan tersebut.

Pihak Bareskrim Polri juga sedang melakukan koordinasi dengan KPU untuk berkoordinasi sekaligus melakukan penyelidikan. Hal ini dikonfirmasi oleh Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri, Brigjen Adi Vivid Agustiadi Bachtiar, yang menyatakan bahwa tim CSIRT saat ini sedang berkoordinasi langsung dengan KPU.

KPU juga mengakui bahwa mereka sedang berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menelusuri kebocoran data pemilih yang baru-baru ini muncul di situs Breach Forums. Koordinator Divisi Data dan Informatika KPU RI, Betty Epsilon Idroos, mengatakan bahwa saat ini mereka meminta bantuan dari satgas cyber, terutama BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara), yang menaungi Mabes.

baca juga :

Pro dan Kontra Jokowi Melakukan Kenaikan Pangkat Kehormatan bagi Prabowo Subianto

Pelaku Pembunuhan Wanita yang Tewas Membusuk di Kos Jakarta Barat Telah Ditangkap!

Prabowo Bakal Evaluasi Subsidi BBM-LPG: Kebijakan Baru untuk Makan dan Susu Gratis

Sulitnya Memahami Sikap Warga Rohingya

Belum dapat dipastikan apakah data yang bocor tersebut merupakan data milik KPU RI atau bukan. KPU menyatakan bahwa data tersebut masih dalam proses crosscheck untuk memastikan kebenarannya.

Sebelumnya, seorang peretas yang menggunakan nama anonim "Jimbo" mengklaim telah meretas situs kpu.go.id dan berhasil mendapatkan data pemilih dari situs tersebut. "Jimbo" membagikan 500.000 data contoh yang berhasil ia peroleh melalui salah satu unggahan di situs Breach Forums yang sering digunakan untuk jual beli hasil peretasan. Ia juga membagikan beberapa tangkapan layar dari situs https://cekdptonline.kpu.go.id/ untuk membuktikan kebenaran data yang didapatkan.

Dalam unggahannya, "Jimbo" juga mengaku menemukan 204.807.203 data unik, jumlah yang hampir sama dengan jumlah pemilih dalam daftar pemilih tetap (DPT) KPU RI sebanyak 204.807.203 pemilih.

Di dalam data yang diduga bocor tersebut, "Jimbo" mendapatkan data pribadi seperti NIK, nomor KTP, nama lengkap, jenis kelamin, tanggal lahir, tempat lahir, status pernikahan, alamat lengkap, RT, RW, kode kelurahan, kecamatan, dan kabupaten, serta TPS. Data-data tersebut dijual dengan harga 74.000 dollar Amerika atau sekitar Rp 1,1 miliar.

Pada tangkapan layar lainnya, "Jimbo" juga mengunggah foto yang menyerupai halaman situs KPU yang dianggap sebagai bukti bahwa ia berhasil meretas situs KPU.

Penyelidikan terkait dugaan kebocoran data pemilih di situs web KPU ini masih berlangsung. Dittipidsiber Bareskrim Polri dan KPU terus berkoordinasi untuk mengungkap kebenaran dari dugaan ini. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan tidak panik, serta tetap mengikuti perkembangan informasi resmi yang dikeluarkan oleh pihak berwenang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *