Kesehatan

Mengatasi Kesepian: Pentingnya Hubungan Sosial Bagi Kesehatan

RedaksiBali.com – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengakui kesepian sebagai ancaman serius yang perlu mendapatkan perhatian utama. WHO juga telah meluncurkan Komisi WHO untuk Hubungan Sosial yang bertujuan untuk mengatasi dampak kesehatan yang disebabkan oleh kesepian. Isolasi sosial diketahui memiliki “konsekuensi besar terhadap kesehatan dan masyarakat,” termasuk meningkatkan risiko terkena penyakit jantung hingga 30 persen.

Ahli bedah AS, Dr. Vivek Murthy, yang tergabung dalam komisi tersebut, mengatakan, “Kita memiliki kewajiban untuk menginvestasikan sumber daya yang sama dalam membangun kembali tatanan sosial masyarakat seperti yang kita lakukan dalam mengatasi masalah kesehatan global lainnya, seperti penggunaan tembakau, obesitas, dan krisis kecanduan.” Menurutnya, terputusnya hubungan sosial sama buruknya dengan merokok 15 batang sehari. Kesepian juga lebih berbahaya daripada menjadi gemuk atau tidak berolahraga.

Kesepian meningkatkan risiko kematian dini hampir 30 persen, dan individu yang mengalami isolasi sosial juga memiliki risiko yang lebih tinggi terkena stroke dan penyakit jantung. Selain itu, kesepian juga dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami depresi, kecemasan, dan demensia. Remaja yang mengalami kesepian juga lebih berisiko untuk putus sekolah. Dampaknya tidak hanya terbatas pada kesehatan mental, tetapi juga dapat berdampak pada kesejahteraan ekonomi. Merasa terisolasi dan tidak mendapatkan dukungan dalam lingkungan kerja dapat menyebabkan kepuasan kerja yang rendah dan performa yang buruk.

baca juga :

BPJS Kesehatan Dihapus, Diganti KRIS. Apa Bedanya ?

Jokowi Resmikan Program Pendidikan Dokter Spesialis Berbasis Rumah Sakit: Gratis dan Digaji

AstraZeneca Akui Efek Samping Vaksin Covid-19 di Pengadilan: Sindrom Trombosis dengan Trombositopenia (TTS)

Banyak Warga Terjebak dalam Perdagangan Ginjal: Krisis Kesehatan yang Menghantui

Untuk mengatasi kesepian dan mempromosikan kesehatan sosial, ada beberapa langkah yang dapat diambil. Pertama, penting untuk membangun dan memelihara hubungan sosial yang sehat. Ini dapat dilakukan dengan terlibat dalam kegiatan sosial, seperti klub atau kelompok hobi yang sesuai dengan minat dan hobi kita. Mengikuti kegiatan sukarela juga dapat membantu kita terhubung dengan orang-orang dengan minat yang sama. Selain itu, menjaga komunikasi dengan keluarga dan teman-teman dekat juga sangat penting.

Kedua, teknologi dapat menjadi alat yang berguna untuk menjaga hubungan sosial. Meskipun tidak dapat menggantikan interaksi langsung, media sosial, panggilan video, dan pesan teks dapat membantu kita tetap terhubung dengan orang-orang terdekat, terutama jika mereka berada di tempat yang jauh. Namun, penting untuk menggunakan teknologi dengan bijak dan tidak menggantikan interaksi sosial langsung.

Ketiga, mengambil inisiatif untuk terlibat dalam komunitas lokal juga dapat membantu mengatasi kesepian. Bergabung dengan kelompok sukarelawan atau organisasi lokal dapat memberikan kesempatan untuk bertemu dengan orang-orang baru dan membangun hubungan sosial yang lebih kuat.

Terakhir, penting untuk mengenali tanda-tanda kesepian pada diri sendiri dan orang lain. Jika kita merasa kesepian, penting untuk mencari dukungan dan bantuan. Berbicara dengan teman, keluarga, atau profesional kesehatan mental dapat memberikan bantuan dan dukungan yang dibutuhkan.

Kesepian adalah masalah serius yang dapat berdampak negatif pada kesehatan dan kesejahteraan kita. Dengan memprioritaskan hubungan sosial dan mengambil langkah-langkah untuk mengatasi kesepian, kita dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan secara keseluruhan. Mari kita jaga hubungan sosial kita dan bantu orang lain merasa terhubung dan didukung.

video terkait :

Siplah Umah IT
Umah IT
adaru bhumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *