Investasi SahamPasar Modal

Rebalancing Indeks MSCI dan Potensi Saham AMMN

Penyesuaian ulang atau rebalancing indeks MSCI akan diumumkan pada hari ini, Selasa (14/11/2023). Sejumlah saham di pasar modal Indonesia diprediksi akan masuk menjadi anggota konstituen indeks ini. Rebalancing indeks MSCI akan menjadi salah satu sentimen yang akan mempengaruhi pergerakan pasar pada pekan ini, menurut Angga Septianus, Community Lead IPOT atau Indo Premier Sekuritas.

Angga memperkirakan beberapa saham yang akan masuk dalam indeks ini adalah saham-saham yang mulai mendapatkan inflow asing di tengah aksi sell-off investor asing sebesar Rp1,3 triliun pada pekan lalu. “Saham-saham yang patut dipantau terkait sentimen rebalancing indeks MSCI, yakni saham AMMN, BREN, MEDC, GOTO, AMRT, dan CPIN,” kata Angga dalam keterangannya, Senin (13/11/2023).

baca juga :

Indonesia Harus Waspada Dampak Ekonomi atas Konflik Israel-Iran

Penyebab dan Dampak Pelemahan Nilai Tukar Rupiah yang Anjlok Hampir Rp16.000 per dolar AS

Kenaikan PPN dan Dampaknya terhadap Ekonomi RI

Laba Bersih BREN Meningkat 17,9% YoY pada 2023: Analisis Kinerja dan Proyeksi 2024

Selain rebalancing indeks MSCI, sentimen inflasi AS, dan neraca dagang Indonesia juga menurutnya wajib menjadi perhatian pelaku pasar. Menurutnya, inflasi AS di bulan Oktober diprediksi menurun dari level sebelumnya 3,7% menjadi 3,3%. Inflasi inti diprediksi ke level 4% dari sebelumnya 4,1%, karena penurunan lanjutan dari harga energi.

Potensi Saham AMMN

Sementara itu, saham PT Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) terpantau menguat pada penutupan perdagangan kemarin (13/11/2023). Kenaikan ini terjadi di tengah rebalancing indeks MSCI yang akan diumumkan hari ini. Berdasarkan data RTI Business, saham AMMN meningkat 4,03% menuju level Rp7.100 per lembar. Jika dibandingkan sejak melantai awal Juli lalu, harga saham AMMN saat ini telah melesat 318,88% dari harga IPO yang dipatok Rp1.695.

Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, mengatakan bahwa secara teknikal saham Amman Mineral masih menunjukkan fase uptrend. "Di sisi lain, terdapat euforia dari adanya potensi AMMN masuk ke indeks MSCI untuk November 2023," ujarnya kepada Bisnis, Senin (13/11/2023). Selain itu, dia menyatakan bahwa AMMN juga merupakan satu-satunya emiten produksi tambang emas terbesar kedua setelah PT Freeport Indonesia. Oleh karena itu, Nafan menilai potensi penguatan market cap AMMN terbuka lebar.

Pada penutupan perdagangan kemarin, total volume saham AMMN yang diperdagangkan mencapai 63,13 juta dengan nilai turnover sebesar Rp442,36 miliar. Adapun kapitalisasi pasar perseroan tercatat mencapai Rp514,88 triliun.

Rekomendasi Saham Lainnya

Indo Premier Sekuritas merekomendasikan 3 saham untuk trading pada minggu ini hingga 17 November 2023 mendatang, yakni:

  • Buy untuk BRPT dengan support pada Rp1.150, dan resistance di Rp1.275
  • Buy untuk INKP dengan support pada Rp8.200, dan resistance pada Rp9.300
  • Buy on Pullback untuk saham MTEL dengan support pada Rp610, dan resistance Rp710

Dalam mengambil keputusan investasi, penting untuk mempertimbangkan berbagai faktor termasuk sentimen pasar, kondisi ekonomi, dan analisis teknikal. Rebalancing indeks MSCI dan potensi saham AMMN menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam mengambil keputusan investasi.

Disclaimer: Tulisan ini hanya bersifat informasi dan bukan merupakan saran investasi. Sebelum melakukan investasi, selalu lakukan riset dan konsultasikan dengan ahli keuangan.

Siplah Umah IT
Umah IT
adaru bhumi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *