BeritaInternasionalKonflik Israel-Palestina

Waduh! Serangan Israel ke Jalur Gaza di Bantu Teknologi Kecerdasan Buatan (AI)

Pemanfaatan Kecerdasan Buatan oleh Militer Israel dalam Konflik Israel-Palestina

RedaksiBali.com – Konflik antara Israel dan Palestina terus berlanjut dan Militer Israel tampaknya semakin memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam operasinya. Dalam artikel ini, kita akan membahas bagaimana Israel menggunakan AI, dampaknya, dan respons internasional terhadap tindakan mereka.

Kecerdasan Buatan dalam Serangan Militer Israel: Militer Israel, melalui Israel Defence Forces (IDF), telah terus menerus melakukan serangan brutal di Jalur Gaza, dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI). IDF menggunakan sistem kecerdasan buatan dalam menentukan target serangannya.

Operasi Tanpa Henti: Meskipun tekanan dunia internasional semakin meningkat dan adanya gencatan senjata selama tujuh hari, Israel melanjutkan serangannya. Kementerian Kesehatan di Gaza melaporkan lebih dari 15.000 warga Palestina tewas akibat serangan tersebut.

Pabrik Target dan Lonjakan Target Serangan: IDF menggunakan sistem kecerdasan buatan dalam operasi yang disebut ‘pabrik target’. Dengan bantuan AI, jumlah target serangan melonjak lebih dari 70.000 persen sejak sistem ini mulai berfungsi beberapa tahun lalu. Direktorat Penargetan, yang resminya dikenal sebagai ‘Pabrik Target’, telah beroperasi sejak tahun 2019 untuk mengidentifikasi lebih banyak target Hamas di Jalur Gaza.

baca juga :

30 Orang Rohingya Melarikan Diri dari Kamp Padang Tiji Pidie, Termasuk 13 Wanita Hamil

Denny Indrayana: Pakar Hukum yang Meragukan Usulan Hak Angket Kecurangan Pilpres 2024

Dampak Kasus Bullying pada Karier Dokter Edwin Tobing

Larangan Israel terhadap Umat Muslim Masuk ke Masjid Al-Aqsa Selama Ramadan

Cepat dan Efektif: Menurut IDF, sistem AI dengan cepat menghasilkan target yang direkomendasikan, melebihi kemampuan manusia. Meskipun kontroversial, pejabat IDF mengklaim bahwa penggunaan kecerdasan buatan memungkinkan penentuan target dengan standar tinggi untuk serangan yang tepat.

Dampak Sistem AI: Sebelum adanya sistem AI, Israel hanya dapat menentukan 50 target di Gaza dalam setahun. Namun, selama Operasi Guardian of the Walls pada tahun 2021, sistem tersebut menghasilkan 100 target dalam satu hari, setengahnya kemudian diserang.

Rekomendasi Target dan Kontroversi: Sistem AI memberikan rekomendasi untuk menargetkan rumah atau daerah di mana pejuang Hamas mungkin tinggal, yang kemudian diserang dari udara. Namun, ada pandangan kontroversial bahwa sistem ini menciptakan 'pabrik pembunuhan massal', fokus pada kuantitas daripada kualitas.

Respons Internasional: Tindakan Israel ini mendapat sorotan dan kecaman dari komunitas internasional. Meskipun demikian, Israel tampaknya terus melanjutkan serangannya dengan bantuan AI.

Penggunaan kecerdasan buatan oleh Militer Israel dalam konflik ini menunjukkan dampak besar terhadap intensitas serangan. Dalam mengakhiri konflik ini, penting bagi komunitas internasional untuk bersatu dalam mencari solusi damai. Dukung usaha perdamaian dan berikan suara Anda untuk mendesak penyelesaian konflik yang adil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *