Nasional

UNHCR berharap Warga Aceh tidak menolak Pengungsi Rohingya, Mengingat Masa Lalu saat Aceh Terjadi Konflik.

RedaksiBali.com – United Nations High Commissioner for Refugee (UNHCR) telah mengajukan permohonan kepada warga Aceh agar tidak menolak kehadiran pengungsi Rohingya. Permintaan ini disampaikan oleh Muhammad Rafki, Protection Associate UNHCR, melalui akun Instagram @fakta.indo pada Selasa, 15 Januari 2024. Rafki mengingatkan bahwa pada masa lalu, UNHCR juga telah membantu warga Aceh ketika terjadi konflik.

Rafki menjelaskan bahwa UNHCR telah memberikan bantuan kepada sekitar 9.000 warga Aceh yang menjadi pengungsi di Malaysia saat terjadi konflik antara Pemerintah Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM). “Tahun 1998 hingga 2003, kita semua mengetahui sejarah yang terjadi di Aceh,” ujar Rafki. “Ada data yang menunjukkan bahwa sekitar 8.000 hingga 9.000 orang Aceh mengungsi ke Malaysia karena konflik Aceh,” tambahnya.

Saat itu, pengungsi Aceh di Malaysia mendapatkan perlindungan dari PBB melalui UNHCR. Bahkan, UNHCR terus membela para pengungsi Aceh ketika pemerintah Malaysia berencana untuk memulangkan mereka secara paksa. Oleh karena itu, Rafki merasa sedih melihat aksi penolakan yang dilakukan oleh sebagian warga Aceh terhadap pengungsi Rohingya.

baca juga….

Rusak Jaring Pagar, 14 Pengungsi Rohingya Kabur dari ISC Aceh Timur

Kapal Pengangkut Rohingya Terbalik di Perairan Aceh Barat: Evakuasi dan Penanganan Kecelakaan

Mengungkap Penyebab Mendaratnya Pengungsi Rohingya di Aceh

30 Orang Rohingya Melarikan Diri dari Kamp Padang Tiji Pidie, Termasuk 13 Wanita Hamil

UNHCR berpendapat bahwa warga Aceh pernah mengalami situasi yang serupa dengan pengungsi Rohingya. Oleh karena itu, Rafki menekankan pentingnya adanya tanggung jawab bersama dalam menangani masalah pengungsi Rohingya di Aceh. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menerapkan konsep responsibility sharing, yaitu bekerja sama dengan tujuan membantu pihak yang membutuhkan.

UNHCR juga mengungkapkan bahwa pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk memberikan pendidikan dan pemberdayaan kepada pengungsi Rohingya. Komitmen ini diungkapkan dalam Refugee Global Forum. Rafki menyebut bahwa Rohingya adalah salah satu etnis yang paling terpersekusi di dunia saat ini. Oleh karena itu, UNHCR berharap agar warga Aceh dapat ikut bekerja sama dalam menangani masalah pengungsi Rohingya.

Situasi pengungsi merupakan hal yang sulit dan membutuhkan perhatian dari semua pihak. Dalam menghadapi masalah ini, penting bagi kita semua untuk menunjukkan empati dan solidaritas. Dengan saling bekerja sama, kita dapat memberikan bantuan kepada mereka yang membutuhkan, termasuk pengungsi Rohingya di Aceh. Semoga dengan adanya kerjasama ini, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan damai bagi semua orang.

video here....

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *