Teknologi

Google Meluncurkan Gemma 2B dan 7B, Model AI Terbaru yang Open Source

RedaksiBali.comGoogle semakin memperkuat posisinya di ranah kecerdasan buatan (AI) dengan pengumuman dua model AI terbaru, yaitu Gemma 2B dan Gemma 7B. Berbeda dengan model sebelumnya yang bersifat tertutup, kedua model AI ini dirancang sebagai open source, memungkinkan para pengembang untuk mengakses dan mengubahnya secara bebas.

Kedua model AI ini dijanjikan lebih ringan dan efisien dibandingkan dengan pendahulunya, Gemini. Bahkan, Google mengklaim bahwa Gemma 2B dan 7B dapat dijalankan menggunakan perangkat laptop biasa, tidak memerlukan komputer kelas server atau workstation. Hal ini memberikan akses lebih luas kepada para pengembang untuk mengembangkan aplikasi AI tanpa perlu infrastruktur yang mahal.

Meski kemampuannya mungkin terbatas saat ini, Google memiliki rencana untuk terus mengembangkan Gemma 2B dan 7B bersama komunitas pengembang. Salah satu fokus utama pengembangan adalah mendukung lebih banyak bahasa, mengingat saat ini kedua model AI baru mendukung bahasa Inggris saja.

Baca juga ….

Kemitraan PLN Borong 10 Ribu Mobil Listrik BYD untuk Mewujudkan Mobilitas Ramah Lingkungan di Indonesia

Rhan 122b: Keunggulan Roket Karya Anak Bangsa Indonesia yang Mendapat Sorotan Luar Negeri

Mudahnya Melacak Lokasi Seseorang dengan Nomor HP

Menghadapi Perkembangan Teknologi: Pekerjaan yang Terancam Punah dan Harus Siap Ganti Profesi

Google juga menyertakan berbagai fitur AI Toolkit yang membantu para pengembang mengawasi dan mengontrol perilaku AI secara etis. Dengan adanya AI Toolkit, para pengembang dapat membuat aturan untuk memblokir kata-kata tertentu dan melakukan debugging terhadap perilaku AI yang tidak diinginkan.

Gemma 2B dan 7B sudah tersedia secara gratis untuk keperluan komersial melalui beberapa platform, termasuk Kaggle, Hugging Face, Nvidia NeMo, dan Google Vertex AI. Ini memudahkan pengguna untuk memanfaatkan teknologi AI terbaru dari Google untuk berbagai keperluan, mulai dari pengembangan aplikasi hingga penelitian.

Meskipun masih memiliki batasan, Gemma 2B dan 7B diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan lebih lanjut dalam bidang kecerdasan buatan dan membuka peluang baru bagi inovasi teknologi di masa depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *