Keuangan

Kinerja Keuangan Astra International (ASII) dan Proyeksi 2024

RedaksiBali.comAstra International (ASII), salah satu raksasa bisnis di Indonesia, baru-baru ini merilis laporan keuangan untuk kuartal keempat tahun 2023 yang menunjukkan pencapaian yang kuat. Laba bersih perusahaan mencapai 8,15 triliun rupiah, mengalami peningkatan signifikan sebesar 45,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Meskipun terjadi penurunan sebesar 1,1% dibanding kuartal sebelumnya, angka ini masih melebihi ekspektasi dan memberikan kepercayaan diri bagi investor.

Pendorong utama kinerja laba usaha Astra International pada kuartal keempat adalah United Tractors (UNTR) dan segmen Jasa Keuangan. Keduanya memberikan kontribusi positif, sementara segmen Agribisnis dan Otomotif mengalami penurunan kinerja. Namun demikian, pertumbuhan laba bersih ASII pada periode tersebut terutama disumbangkan oleh pembalikan kerugian dari penyesuaian nilai investasi pada GoTo Gojek Tokopedia (GOTO).

Baca juga ….

Saham PT Timah Terus Menguat: Perbaikan Kinerja dan Tantangan Korupsi

Intraday Short Selling: Semua yang Perlu Anda Ketahui

Analisis Kenaikan Laba Saham HM Sampoerna (HMSP) Sebesar 28 Persen: Tanda Siap Bangkit?

Lo Kheng Hong: Kebiasaan yang Bisa Membuat Miskin dan Rahasia Sukses Investasi Saham

Selama tahun 2023, ketiga segmen utama ASII, yaitu Otomotif, UNTR, dan Jasa Keuangan, mencatatkan pertumbuhan kinerja yang kuat. Pertumbuhan laba usaha masing-masing segmen juga mencerminkan kinerja positif perusahaan secara keseluruhan:

  • Otomotif: Pertumbuhan laba usaha sebesar 7,7% YoY menunjukkan ketahanan sektor otomotif meskipun beberapa tantangan dihadapi.
  • United Tractors (UNTR): Meskipun pertumbuhan lebih rendah, UNTR masih berhasil mencatatkan pertumbuhan laba usaha sebesar 2,0% YoY.
  • Jasa Keuangan: Segmen ini menjadi bintang penunjuk dengan pertumbuhan laba usaha yang mencapai 34,7% YoY.

Meskipun pencapaian ASII pada tahun 2023 mengesankan, proyeksi untuk tahun 2024 menunjukkan tantangan yang lebih besar. Konsensus memperkirakan adanya penurunan laba bersih sebesar -3% YoY. Beberapa faktor yang diprediksi akan memengaruhi kinerja ASII pada tahun mendatang termasuk stabilnya harga komoditas seperti batu bara dan CPO, serta pertumbuhan penjualan motor dan mobil yang cenderung stabil.

Meski demikian, dengan valuasi yang rendah saat ini, risiko penurunan harga saham ASII terlihat terbatas. Keputusan untuk mengajukan dividen final yang besar juga menjadi daya tarik bagi investor dengan yield sebesar 8,1%. Dengan demikian, ASII tetap menjadi pilihan menarik dalam portofolio investasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *