Agustus 13, 2022

Redaksi Bali

Berita Online Terlengkap, Terbaru, dan Terupdate di Bali

Album Sarkas, Ekspresi atas Kemunafikan dan Kepalsuan

REDAKSIBALI.COM -Protagonis Music Studi meluncurkan album mini bertajuk ‘SARKAS’. Album SARKAS Rock Solois OPX ini berisi lima lagu ‘Sebelum Mati’, Sarkas, Mulut, Koboi Reporver dan Mafia Medis’.

Dalam keterangan kepada media di Denpasar pada Kamis (12/5), Produser Manager OPX Jitro Stephen didampingi Eksekutif Produser  Jukka Svenk  mengungkapkan lagu SARKAS mendapat inspirasi atas kegusaran pada segala pengkhianatan, kemunafikan, dan kepalsuan untuk pemuasan ego pribadi dan kelompok.

Sindiran atas kepalsuan manusia yang mendahulukan kepentingan diatas orang lain.Terjadinya  penggiring opini untuk memenangkan pertandingan ego. Lagu Sarkas  merupakan ekspresi atas tiadanya  pilihan untuk meredam kekacauan atas ketidak seimbangan sosial yang terjadi akibat  situasi pandemi

Dikemas ketat dalam sound yang ‘berat’. Bersandar erat pada kekuatan beat drum, chord, dan notasi yang cenderung ‘Gelap’ Nuansanya begitu suram, buang percik harapan untuk menemukan rasa ceria di album solo perdana opx ini, sebab itu sia-sia, percuma. Yang tak percuma adalah usaha opx untuk lepas dari bayang-bayang the wheels, band classic rock lawas yang ia pernah garis depani. Di sarkas ini opx  alias Opik mencoba jujur, menjadi dirinya, memainkan apa yang paling pas baginya pribadi. Maka itu ia mengusung genre grunge 90an, ia memainkan seattle sound, ia berkendara trans pacific northwest, berpelesir di jam in chains garden.

Demi melengkapi misi angsty heavy rock solonya ini ia mengajak serta gilang apristian, davie “modjorido”, opop “zealous”, jitro stephen, laksmana “kausa”, febry “konfliksion”, dwi “Soulsick”, franky sadikin, riffy putri, diana rosa, serta tetap melibatkan beberapa karib lamanya di the wheels: chali dan vico.

ki-ka : Diana Rosa, Jitro Stephen, Jukka Svenk,, Opik dan Rodolf Detu saat memberikan keterangan pada media pada kamis (12/5) di Denpasar

Agar publik bisa menerima karya musik ini dan maksud pesan yang disampaikan, juga ingin menampilkan sisi lain dari saya sebagai penyanyi rock yang lahir di era grunge tahun 90an.

“Suatu karya musik yang murni asli keluar dari cara berpikir dan bertutur saya sebagai seniman,” demikian ungkap opx alias Opik yang memiliki nama asli Taufik Alkatiri kala ditanya soal harapan soal album solo perdananya ini.

“Semoga sarkas bisa menjadi pendamping kalian semua menjalani pandemi yang bahkan telah masuk tahun ke-3; sarkas bisa menjadi elemen penguat dalam menghadapi ghibah kebisingan dan histeria massa, riuh simpang-siur informasi, dan rupa-rupa manuver kedengkian di lingk-up sosial terdekat-keluarga, kolega, kaum kerabat,”ungkapnya

Warta derita ini hanya fana dan sementara! Angkat gelas dan ketahanan grunge tuk selamanya!