September 26, 2022

Redaksi Bali

Berita Online Terlengkap, Terbaru, dan Terupdate di Bali

Denpasar Buka Dapur Umum Gotomg Royong, GMNI Distribusikan Bantuan Makanan Bagi Mahasiswa

REDAKSIBALI.COM  – GMNI Denpasar terlibat dalam Dapur Umum Gotong Royong bersama Pospera Bali, aktivis PENA 98, organisasi masyarakat dan pemuda di Kota Denpasar dengan dukungan Pemkot Denpasar di Rumah Makan Jaba Paon, Jalan Kaliasem Nomor 9 Denpasar.

Dapur umum ini sejak  hari Minggu (1/8) lalu  dibuka resmi oleh Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, didampingi Wawali Kadek Agus Arya Wibawa, Ketua TP PKK Denpasar Ny Sagung Antari Jaya Negara.

Dapur umum ini dibuka untuk membantu masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19 apalagi dengan diberlakukannya kebijakan PPKM ini.

Ketua DPC GMNI Denpasar, I Putu Chandra Riantama mengatakan peran GMNI bertugas untuk mendistribusikan bantuan kepada para mahasiswa dan masyarakat yang terdampak.

“Intinya kami GMNI bertugas untuk distribusi makanan di domain mahasiswa yang membutuhkan, Jadi teman-teman mahasiswa yang butuh makanan itu bisa menghubungi kami GMNI, setiap hari akan kami sediakan ada 100an nasi setiap hari,” tegas mahasiswa Pasca Sarjana Fakultas Hukum Unud ini.

Candra menginformasikan, bagi mahasiswa yang membutuhkan bisa mengambilnya ke sekretariat DPC GMNI Denpasar, Jl Banteng, Nomor 1 mulai pukul 4 hingga 6 sore, setiap hari. lebih lanjut bisa meghubungi kordinator kegiatan Bagus Indra di Nomor 082145019166

“Nantinya jikalau berkelompok, kami bisa bawakan, tapi kalau perorangan kami sarankan lagsung mengambil ke sekretariat kami” ucapnya

Chandra  berharap gerakan serupa muncul lebih banyak lagi untuk bergotong royong bersama.  Keikutsertaan GMNI menjadi relawan gerakan kemanusiaan seperti ini  telah dimulai semenjak  masa awal pandemi Covid 2020.

“Gerakan ini sejatinya telah dimulai setahun lalu, GMNI ikut serta dalam merintis dapur umum, baik secara gagasan maupun gerakan. Tahun lalu kami mendistribusikan bantuan ini kepada mahasiswa-mahasiswa udayana, khususnya mahasiswa perantauan yang terdampak pandemi,” ujarnya.