Peringati World Cleanup Day 2021, YCI Bali Gelar Mangrove Clean up

Peringati  World Cleanup Day 2021, YCI Bali Gelar Mangrove Clean up

REDAKSIBALI.COM – Youth Conservation Initiative (YCI) Bali menggelar kegiatan mangrove clean up dalam peringatan World Cleanup Day (WCD) 2021 di Tahura Suwung Kauh, Pemogan, Denpasar Selatan, Bali selama 2 hari yaitu 18-19 September 2021.

“Kegiatan WCD ini kami laksanakan sebagai salah satu aksi nyata kami terhadap kepedulian alam dan kami sangat menyadari bahwa kegiatan ini harus kami lakukan karena alam sangat dekat dengan kami dan` kami menganggap alam sebagai sahabat kami,” ujar Ketua YCI Bali. Bunga Rastiana

Kegiatan yang dilaksanakan   dengan  memenuhi protokol kesehatan Covid-19 dan pembatasan peserta ini berhasil mengumpulkan sampah yang dipilah menjadi 3 jenis yaitu kemasan plastik dengan total berat lebih dari 150 kg , botol plastik bekas dengan berat 7,8 kg dan sampah B3 dengan berat lebih dari 130 kg.

Dalam keterangannya  Bunga Rastiana menjelaskan  sampah merupakan permasalahan bersama bagi seluruh masyarakat terutama sampah non organik yang tidak terpilah dengan baik dari sumbernya. Sekitar 80 persen sampah yang ada di laut berasal dari aktivitas di darat yaitu rumah tangga. Sampah yang dihasilkan oleh negara Indonesia pun mencapai angka yang sangat besar yaitu sekitar sekitar 190 ribu ton sampah per hari dengan 25 ribu ton adalah sampah plastik menurut data dari Roadmap of SDGs Indonesia tahun 2019.

Pemerintah Indonesia pun menargetkan sampah plastik di laut Indonesia dapat berkurang sampai 70% hingga 2025. Berbagai upaya dilakukan para pihak untuk penanganan dan pengelolaan sampah di dunia. Salah satunya melalui WCD yang diperingati setiap tanggal 18 September. WCD merupakan aksi bersih-bersih yang dilaksanakan dalam satu hari secara serentak di seluruh dunia dengan tujuan menyatukan umat manusia dari berbagai budaya, agama, suku, dan ras untuk membersihkan dunia dari permasalahan sampah dan meningkatkan kepedulian terhadap permasalahan sampah, serta memupuk nilai cinta kasih terhadap masa depan Bumi.

Bunga Rastiana berharap agar semua masyarakat peduli dan mengerti betapa pentingnya kita bersahabat dengan alam.

“Semoga semakin banyak orang dan organisasi yang bergerak di bidang konservasi melakukan aksi nyata yang besar untuk alam ini,” harapnya. (GR,*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *