Tulamben

Sinergi Para Pihak dalam Inclusive Marine Tourism

REDAKSIBALI.COM – Degradasi ekosistem karang membutuhkan upaya nyata untuk meningkatkan tutupan karang hidup dan berpotensi menjadi ikon wisata bahari baru pasca pandemic Covid 19 yang menerpa dunia saat ini.  Conservation International (CI) Indonesia bekerjasama dengan Balai KSDA, Kelompok Pembudidaya Karang Hias Nusantara (KPKHN), Pemerintah Desa Tulamben dan Organisasi Pemandu Selam Tulamben (OPST) merancang program ‘Inclusive Marine Tourism’ dengan membuat struktur substrat karang berbentuk huruf I love Tulamben dan patung-patung hewan bawah laut.