Tingkatkan Ketahanan Nasional, Kariyasa Adnyana Sosialisasikan 4 PIlar MPR RI di Manggis, Karangasem

Tingkatkan Ketahanan Nasional, Kariyasa Adnyana Sosialisasikan 4 PIlar MPR RI di Manggis, Karangasem

Anggota MPR RI, I Ketut Kariyasa Adnyana, SP saat menjadi narasumber pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Banjar Bakung, Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem pada hari Selasa (24/11/2020)

 

REDAKSIBALI.COM – Indonesia mempunyai ribuan pulau dengan ragam suku yang berbeda, karakter sosial berbeda, bahasa lokal berbeda, dan pandangan hidup yang berbeda, namun dengan semangat dan pandangan yang melekat pada Pancasila yang telah disepakati sebagai nilai bersama, maka perbedaan tersebut menjadi sebuah aset bangsa yang sangat luar biasa. Dan bersama Pancasila inilah kemudian perbedaan tersebut disatukan dan dijadikan sebagai nilai dasar dan falsafah hidup bersama yang tertuang di dalam lima silanya.

Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) I Ketut Kariyasa Adnyana, SP menyayangkan bila ada sekelompok orang memaksakan kehendak dan merasa paling benar sendiri sehingga merusak persatuan dan kesatuan bangsa.

Pernyataan itu disampaikan Anggota MPR RI yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, I Ketut Kariyasa Adnyana, SP saat menjadi narasumber pada Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Banjar Bakung, Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem pada hari Selasa (24/11/2020)

Kariyasa Adnyana menegaskan, siapa pun di negara ini, apalagi itu seorang tokoh agama hendaknya tidak bertindak provokatif yang bisa menimbulkan disintegrasi bangsa. Kita bisa belajar apa yang telah terjadi di berbagai negara di dunia. Terlebih di negara-negara kawasan Timur Tengah yang sampai saat ini masih terus berlangsung konflik berkepanjangan. Seperti yang terjadi di Yaman maupun Suriah, selain Mesir, Libya dan Irak yang meninggalkan keporak-porandaan negara masing-masing.

“Konflik sosial antar komponen bangsa yang masih terjadi di berbagai daerah, memberi peringatan akan pentingnya sesanti atau semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang telah diatur dalam UUD NRI tahun 1945. Juga penting untuk mengembalikan pemahaman berkaitan dengan kondisi nyata bangsa Indonesia yang plural atau majemuk yang sangat rentan dari konflik sehingga memberi pengaruh negatif terhadap kualitas ketahanan nasional,” kata politisi asal Buleleng ini.

Di hadapan hadirin yang menghadiri acara, Kariyasa Adnyana juga memberi gambaran fenomena sosial yang terjadi yang mengubah pandangan dunia akan mental bangsa. Potret sosial yang tampak saat ini telah begitu mencoreng tatanan sosial masyarakat Indonesia yang dahulu terkenal akan kelembutan dan sopan-santunnya. Oleh karena itu, penting kiranya membangun kembali sistem nilai luhur bangsa Indonesia yang telah dituangkan oleh para pendiri negeri sebagai buah pemikiran cerdas dan penuh kebijaksanaan, yang tersirat dan tersurat di dalam Pancasila dan UUD 1945.

Suasana acara Sosialisasi 4 Pilar MPR RI di Banjar Bakung, Desa Manggis, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem pada hari Selasa (24/11/2020)
“Bisa saja, kurangnya pemahaman dan pengamalan Pancasila dan UUD 1945 sebagai pandangan hidup berbangsa dan bernegara serta sebagai ideologi negara, lebih disebabkan oleh lemahnya sistem pembinaan individu dari mulai tingkat informal (seperti lingkungan keluarga) sampai ke tingkat formal. Selain itu, proses perubahan pikir, ucap dan tindak ini juga tidak terlepas dari adanya perubahan sosial, budaya dan ekonomi akibat adanya era globalisasi ini,” kata wakil rakyat Bali di tingkat pusat yang juga  pernah tiga periode menjadi anggota DPRD Bali.
“Untuk itulah mengapa program 4 Pilar MPR RI yang terdiri dari Pancasila, UUD NRI 1945, Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan sesanti Bhinneka Tunggal Ika terus disosialisasikan dan dikuatkan di tengah masyarakat,” sambung Anggota Komisi IX DPR RI ini.

Tampak hadir dalam acara di antaranya warga banjar Bakung, anggota DPRD Karangasem Wayan Sunarta dan beberapa tokoh masyarakat Desa Manggis.

Mengingat masa pandemi covid-19, untuk menghindari cluster baru penyebaran virus, acara dilaksanakan dengan memenuhi protocol kesehatan dalam penanganan covid-19.(GR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *