Tingkatkan Kualitas VCO, Unwar Kenalkan Teknik Penyaringan Bertingkat ke KBU ‘Sari Nadhi’

Tingkatkan Kualitas VCO, Unwar Kenalkan Teknik Penyaringan Bertingkat ke KBU ‘Sari Nadhi’

REDAKSIBALI.COM – Universitas Warmadewa  (Unwar)  melalui Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian  terus berupaya berkontribusi meningkatkan kualitas produk pangan  yang dihasilkan masyarakat sehingga memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Upaya itu dilakukan melalui  pendampingan kepada  Kelompok Belajar Usaha (KBU).

Salah satu KBU yang didampingi yakni KBU ‘Sari Nadhi’  di Banjar Bedauh, Desa Carangsari Kecamatan Petang Kabupaten Badung.  Sejak tahun 2019 sampai sekarang Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan Fakultas  Pertanian Universitas Warmadewa mendampingi kelompok ini  mengolah kelapa menjadi Virgin Coconut Oil (VCO).

Koordinator Tim Program Kemitraan Masyarakat, Fakultas Pertanian, Universitas Warmadewa Ir. I Wayan Sudiarta, M.P dalam keterangan tertulis yang diterima redaksibali.com pada Rabu (16/6/2021)  menjelaskan, dirinya bersama Ir. A. A. Made Semariyani, M.Si dan Ir. I Gusti Ngurah Sugiana, M.MA memberikan penyuluhan di KBU ‘Sari Nadhi’  tentang perbaikan kualitas VCO.

Selain memberikan penyuluhan, tim Kemitraan  Masyarakat ini  juga memberikan praktik langsung pembuatan VCO dengan teknik penyaringan bertingkat.

“Selanjutnya setelah dihasilkan VCO yang berkualitas, kelompok pengabdi atau kemitraan  masyarakat ini akan mendampingi kelompok untuk mengurus ijin P-IRT. Pada bulan Juni ini dilakukan pendampingan perbaikan kemasan  dan strategi pemasaran via online,” kata Wayan Sudiarta

Wayan Sudiarta menjelaskan awal mula dirinya bersama tim mendampingi KBU ‘Sari Nadh’  karena  sebelumnya menemukan kualitas VCO yang dihasilkan KBU ‘Sari Nadhi’   belum konstan akibat pemilihan bahan baku yang tidak disertai dengan sortasi bahan yang baik. Juga karena  paket teknologi yang dipakai  masih kurang  efisien. Selain itu pemasaran produk VCO yang dihasilkan KBU ini masih terbatas di sekitar Desa Carangsari karena produk belum memiliki ijin produk P-IRT .

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *