KeuanganPasar Modal

Realisasi Kinerja Perbankan Indonesia Menurut OJK

RedaksiBali.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) baru-baru ini mengumumkan realisasi kinerja perbankan Indonesia hingga akhir November 2023. Berdasarkan data yang dirilis, terdapat beberapa indikator yang menunjukkan pertumbuhan yang positif dalam sektor perbankan.

Penyaluran Kredit

Penyaluran kredit perbankan tumbuh sebesar 0,91% dibandingkan bulan sebelumnya (MoM) dan 9,74% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY), mencapai level 6.966 triliun rupiah. Pertumbuhan ini sejalan dengan target yang telah ditetapkan sebesar 9-11%. Bank BUMN menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan kredit dengan mencatatkan pertumbuhan sebesar 12,13% dibandingkan tahun sebelumnya.

Dana Pihak Ketiga (DPK)

DPK perbankan juga mengalami pertumbuhan yang positif, mencapai level 8.216 triliun rupiah. Pertumbuhan ini sebesar 0,21% dibandingkan bulan sebelumnya (MoM) dan 3,04% dibandingkan tahun sebelumnya (YoY). Segment deposito menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan pertumbuhan sebesar 3,5% dibandingkan tahun sebelumnya.

baca juga ….

Prabowo dan Sri Mulyani menjadi Sorotan Media Jepang dan Implikasinya pada Pasar Modal

Pertumbuhan Laba Bersih Big 4 Banks Indonesia pada 9M23

Peluncuran Indeks IDX-PEFINDO Prime Bank Mengukur Kinerja Harga Saham Perbankan

Indeks Harga Nikel Indonesia Rampung

Rasio NPL

Rasio NPL net (non-performing loan) membaik menjadi 0,75% (dibandingkan dengan Oktober 2023: 0,77% dan November 2022: 0,75%). Rasio NPL gross juga mengalami peningkatan menjadi 2,36% (dibandingkan dengan Oktober 2023: 2,42% dan November 2022: 2,65%). Perbaikan ini menunjukkan peningkatan kualitas aset perbankan.

Rasio Loan to Deposit Ratio (LDR)

Rasio LDR perbankan meningkat menjadi 84,78% (dibandingkan dengan Oktober 2023: 84,19% dan November 2022: 78,78%). Peningkatan ini disebabkan oleh pertumbuhan kredit yang lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan DPK. Likuiditas yang mengetat ini menyebabkan terjadi "perang harga" dalam memperebutkan DPK, sehingga cost of fund juga mengalami kenaikan.

Proyeksi Kinerja Perbankan 2024

Menurut OJK, beberapa indikator kinerja perbankan pada tahun 2024 diperkirakan sebagai berikut:

  • NPL Gross: 2-2,5%
  • LDR: 84-86%
  • Pertumbuhan laba bersih: 9-10% YoY

OJK juga menargetkan pertumbuhan kredit pada tahun 2024 mencapai angka double digit, sejalan dengan rencana bisnis bank yang telah disetujui oleh OJK.

Perkembangan Saham Terkait

Pada akhirnya, perkembangan kinerja perbankan juga mempengaruhi harga saham. Saham-saham terkait seperti $BBCA, $BBRI, $BMRI, dan $BBNI dapat dipengaruhi oleh kinerja perbankan dan berita terkait.

Secara keseluruhan, realisasi kinerja perbankan Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif. Meskipun terdapat beberapa tantangan dalam hal likuiditas dan kualitas aset, OJK dan bank-bank berkomitmen untuk terus memperbaiki kinerja dan memberikan kontribusi positif bagi perekonomian Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *