Ekonomi

Indonesia Harus Waspada Dampak Ekonomi atas Konflik Israel-Iran

RedaksiBali.com – Konflik Israel-Iran bukan hanya menjadi perhatian dunia politik, tetapi juga berdampak signifikan pada perekonomian global. Bagaimana Indonesia harus bersiap menghadapi dampak-dampak ini? Berikut adalah rangkuman dan solusi-solusi yang disarankan oleh para ahli ekonomi.

Tantangan dan Ancaman Terhadap Perekonomian

Guru Besar Ilmu Ekonomi dan Ekonom Pendiri Indef, Didik J. Rachbini, mengingatkan bahwa eskalasi Konflik Israel-Iran akan memberikan tekanan lebih pada perekonomian nasional. Perubahan yang cepat dan tidak pasti dalam situasi geopolitik memerlukan antisipasi dan mitigasi yang tepat dari pemerintah.

Peran Pemerintah dalam Menghadapi Dampak Ekonomi

Dalam konteks ini, Presiden terpilih, Prabowo Subianto, diingatkan tentang potensi gejolak ekonomi yang mungkin terjadi di masa mendatang. Didik menekankan bahwa pemerintahan yang baru tidak boleh terjebak pada target pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melainkan harus lebih memperhatikan daya tahan dan daya beli masyarakat.

baca juga ….

Dedolarisasi: Kebijakan Resmi BRICS di 2025 untuk Mengatasi Krisis Kepercayaan Global

Sri Mulyani Buka Suara soal Peluang Harga BBM naik: Evaluasi Subsidi Energi

Dedolarisasi Memanas: Transaksi BRICS Tanpa Dolar Tembus Rp800.000 Triliun

Waduh! Indonesia Impor Cabai dan Bawang Putih dari Singapura

Solusi-Solusi yang Disarankan

Menurut Didik, terdapat beberapa kebijakan yang harus diutamakan untuk melindungi golongan masyarakat bawah dan rentan:

Kontrol Inflasi dan Harga Kebutuhan Pokok: Pemerintah perlu bekerja sama dengan Bank Indonesia untuk menjaga inflasi dan mengendalikan harga-harga kebutuhan pokok agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
Kebijakan Fiskal yang Bijaksana: Kebijakan fiskal harus dipertimbangkan secara hati-hati dan prudent, dengan menghindari pemborosan dan menjaga defisit agar tetap terkendali.
Pertahankan Produktivitas Usaha Dalam Negeri: Meskipun situasi eksternal tidak menentu, pemerintah harus fokus pada menjaga produktivitas dan kelangsungan usaha di dalam negeri, terutama usaha menengah kecil yang menjadi tulang punggung ekonomi.
Pengembangan Pasar Ekspor Alternatif: Kebijakan perdagangan luar negeri harus diarahkan ke pasar-pasar alternatif yang kurang terpengaruh oleh konflik, seperti mitra dagang di Asia Pasifik.
Kesimpulan

Dalam menghadapi dampak konflik Iran-Israel terhadap ekonomi, pemerintah Indonesia harus mengambil langkah-langkah antisipatif dan proaktif. Dengan menjaga stabilitas ekonomi dan melindungi kepentingan masyarakat, diharapkan Indonesia dapat melewati masa sulit ini dengan lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *